6 Hektare Kebun Jati di Ciawigebang Terbakar, Penyebabnya Sepele

KEBON-JATI-KEBAKAR
Lahan perkebunan jati di Desa Cigarukgak, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, terbakar, Selasa (10/9) malam hingga Rabu (11/9) dini hari. Pemilik kebun jati mengalami kerugian diperkirakan mencapai Rp 190 juta. Foto: M Taufik/Radar Kuningan

KUNINGAN – Lahan perkebunan jati di Desa Cigarukgak, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, terbakar, Selasa (10/9) malam hingga Rabu (11/9) dini hari. Pemilik kebun jati mengalami kerugian diperkirakan mencapai Rp 190 juta.

Berdasarkan informasi dihimpun, luas lahan jati yang terbakar mencapai 6 hektare. Kondisi lahan yang kering dan banyak terdapat serasah dedaunan jati yang kering membuat api dengan cepat membesar sehingga warga sulit untuk memadamkan.

Hingga akhirnya, seorang warga berinisiatif menghubungi Kantor Damkar Kuningan untuk meminta bantuan. Akhirnya satu unit kendaraan Damkar meluncur ke lokasi dan dengan sigap petugas pun langsung melakukan tindakan pemadaman.

Bersama anggota masyarakat, polsek dan koramil setempat, petugas berjibaku memadamkan api hingga hampir tiga jam. Baru pada hari Rabu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, api pun akhirnya dinyatakan padam.

“Penyebabnya masih sepele, yaitu dari membakar sampah sembarang. Tetapi dampaknya sangat merugikan, luas lahan yang terbakar mencapai 6 hektare,” ujar Plt Kepala UPT Damkar Kuningan Mh Khadafi Mufti, kemarin.

Kebakaran tersebut, lanjut Khadafi, menyebabkan sedikitnya 80 pohon mangga dan 5.000 pohon jati hangus terbakar. Jika dihitung secara materil, Khadafi menyebutkan, total kerugian yang diderita pemilik perkebunan tersebut mencapai Rp 190 juta.

“Pemilik lahan yang terbakar tersebut ada beberapa orang. Dengan perhitungan satu pohon mangga nilainya Rp 500.000 dan 5.000 pohon jati paling sedikit ditaksir Rp 150 juta, maka totalnya mencapai Rp 190 juta. Dari perbuatan yang dianggap sepele hanya membakar sampah, tetapi dampaknya sangat besar,” ulang Khadafi.

Atas kejadian tersebut, kembali Khadafi mengingatkan seluruh masyarakat Kuningan untuk tidak melakukan tindakan yang dapat menyebabkan kebakaran lahan seperti ini. Seperti membakar sampah sembarangan ataupun sengaja membuka lahan dengan cara dibakar.

“Karena dampaknya tidak hanya terhadap lingkungan, namun juga berisiko merembet ke pemukiman, peternakan atau tempat usaha lain. Jika ada yang menemukan oknum masyarakat yang melakukan pembakaran lahan dengan sengaja, jangan segan untuk lapor ke polisi agar ditindak tegas supaya ada efek jera,” tegas Khadafi. (fik)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait