7 Penerima Bantuan Keluarga Miskin Mundur

Dua Kali Kegiatan Penyemprotan Cat ke Rumah Warga, Rata-rata Malu karena Sudah Mampu

TUJUH MUNDUR: Total tujuh warga penerima bantuan PKH dan BPNT mundur di Desa Banjarwangunan setelah program penyemprotan cat ke rumah-rumah warga penerima bantuan dilaksanakan di Desa Banjarwangunan. FOTO: DOK.ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON
TUJUH MUNDUR: Total tujuh warga penerima bantuan PKH dan BPNT mundur di Desa Banjarwangunan setelah program penyemprotan cat ke rumah-rumah warga penerima bantuan dilaksanakan di Desa Banjarwangunan.FOTO: DOK.ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON-Tujuh warga Desa Banjarwangunan, Kecamatan Mundu penerima bantuan keluarga miskin dari pemerintah, baik melalui program keluarga harapan (PKH) ataupun bantuan pangan non tunai (BPNT).

Hal tersebut disampaikan Kuwu Desa Banjarwangunan, Dedi Setiawan saat ditemui Radar Cirebon, kemarin. Menurutnya, saat ini pihaknya tengah melakukan inventarisasi para penerima bantuan program pemerintah untuk keluarga miskin.

“Kegiatan ini utamanya untuk penerima manfaat program BPNT dan PKH. Kita sisir melalui data yang kita miliki. Alhamdulillah, hari ini yang merupakan hari kedua kegiatan, hari sebelumnya ada tiga penerima yang mundur dan sekarang empat yang mundur.

Sehingga, total ada tujuh penerima bantuan PKH yang mundur karena sudah mampu,” ujarnya.Dikatakan Dedi, rata-rata penerima bantuan tersebut enggan rumahnya disemprot dengan cat bertuliskan keluarga miskin penerima bantuan pemerintah.

Pasalnya, para penerima yang mundur tersebut secara ekonomi sudah tergolong mampu dan mapan.“Rata-rata tidak mau karena sudah mampu. Mereka malu, kalau yang rumahnya bagus pun kalau tidak mau mundur kita kasih tulisan keluarga penerima bantuan.

Memang ada beberapa yang rumahnya sudah berlantaikan keramik dan tembok semen, tapi tidak mau mundur ya kita tidak bisa paksa,” imbuhnya.

Dijelaskan Dedi, Minggu (17/2) kemarin, tim gabungan yang melakukan kegiatan penyemprotan cat tersebut di Blok Kagungan RT 02 dan RT 03. Di RT 02 ada dua penerima bantuan mundur. Yang satu merupakan penerima BPNT dan satu lainnya penerima PKH.

“Di RT 02 ada 2 orang yang mundur hari ini (kemarin, red). Di RT 03 ada 2 orang yang mundur juga. Rencana besok (hari ini, red) kita lanjutkan sampai semuanya terinventarisasi dengan baik. Tujuan utamanya sih agar penerima bantuan adalah mereka yang benar-benar berhak dan membutuhkan,” jelasnya.

Dikatakannya, saat ini total ada sekitar 598 penerima PKH di Desa Banjarwangunan dan 670 penerima program PKH yang rumahnya akan diberi cat semprot.

Ia pun berharap, pihak-pihak penerima bantuan yang merasa dirinya mampu dan mapan secara ekonomi, untuk segera mengundurkan diri dari program tersebut.

“Total sudah ada tujuh yang mundur. Kemungkinan masih akan terus bertambah karena kelihatannya belum selesai dan masih terus dilakukan,” bebernya.

Sementara itu, Pendamping PKH Desa Banjarwangunan Tatik kepada Radar Cirebon menuturkan, inventarisasi yang dilakukan oleh tim gabungan tersebut sebagai langkah awal dilakukan dengan cara menandai rumah-rumah penerima bantuan PKH dan BPNT dengan cat semprot.

“Awalnya, ada inisiatif dari desa. Programnya dari Kemensos untuk pengentasan kemiskinan. Kalau tidak salah programnya SLRT.

Jadi, sebelumnya sudah kita sampaikan kepada para penerima bantuan bahwa nanti akan ada penandaan rumah-rumah para penerima bantuan dengan cat semprot. Alhamdulillah hari ini ada 3 yang sudah mampu dan mapan yang mengundurkan diri dari PKH,” jelasnya. (dri)