8.244 Wanita di Kabupaten Cirebon Berstatus Janda

Melihat Angka dan Faktor Perceraian di Ciayumajakuning

ILUSTRASI-CERAI
ILUSTRASI-CERAI

ANGKA perceraian di Kabupaten Cirebon juga tergolong tinggi. Sepanjang tahun 2018, wanita yang resmi menyandang status janda, jumlahnya 8.244 orang. Faktor ekonomi, masih menjadi alasan dominan.

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama (PA) Sumber, Opi Sulaiman (53), membeberkan, pasangan yang memilih berpisah dengan alasan ekonomi, lebih dari 90 persen. Sementara 10 persen sisanya, alasan lain seperti adanya pihak ketiga atau KDRT.

“KDRT juga bertengkarnya karena alasan ekonomi. Tapi persentasenya hanya sedikit,” tuturnya kepada Radar Cirebon, Jumat (8/2).

(Baca: Setiap Bulan 82 Janda dan Duda Baru di Kota Cirebon)

Opi menambahkan, perceraian seringkali diajukan pihak perempuan atau dinamakan cerai gugat. Sementara untuk yang mengajukan pihak laki-laki atau cerai talak, angkanya setengah dari yang diajukan perempuan. Pasangan yang bercerai, pada umumnya ada di rentang usia 25 hingga 40 tahun.

Opi juga mengungkapkan, tidak sedikit juga pasangan yang memilih menikah di usia muda dan berakhir perceraian di usia pernikahan yang baru 6 bulan atau 1 tahun.

“Makannya saya di sini kaget. Rumah tangga hanya 6 bulan atau 3 bulan. Kebanyakan yang 6 bulan dan 1 tahun. Rata-rata mereka mengajukan alasannya ya tetap karena ekonomi yang kurang,” katanya.

Disampaikan pria berkacamata itu, ada waktu-waktu tertentu dalam satu tahun, di mana angka perceraian cenderung naik. Yakni setelah libur Lebaran. Dalam satu hari, PA Sumber, bisa menerima lebih dari 80 pemohon. Sementara untuk bulan Ramadan cenderung menurun.

“Hampir dua kali lipat saat habis Lebaran. Jadi kami kalau habis Lebaran harus bersiap-siap. Begitu hari pertama masuk, besoknya sudah membeludak. Kayaknya mereka sudah di persiapkan dari sejak Ramadan,” paparnya.

Ada daerah-daerah tertentu di Kabupaten Cirebon, yang menurut data, angka perceraiannya tergolong tinggi. Opi menguraikan, daerah tersebut antara lain Kecamatan Gegesik dan Susukan. (ade)