Abrasi Ancam Pemukiman Warga Tegaltaman

LAHAN DESA UJUNG GEBANG TERGERUS ABRASI
ABRASI: Tanah daratan di wilayah Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, secara perlahan tergerus abrasi. Foto: Komarudin Hidayat/Radar Indramayu

INDRAMAYU –Abrasi menjadi persoalan bagi desa yang dilintasi pesisir pantai. Akibat abrasi, tanah daratan di pinggir pantai hilang tergerus ombak. Salah satunya Desa Tegaltaman, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu.

Tanah daratan desa yang berada di ujung utara Sukra itu setiap tahunnya terkikis dan hilang hingga 25 meter. Jika tidak diantisipasi, yakni dengan dibuatkan break water dipastikan akan terus menggerus tanah daratan.

Kuwu Tegaltaman, Jamroni mengatakan, tanah daratan yang hilang akibat terkena abrasi merupakan lahan sawah produktif. Saat ini, kata Jamroni, pantai di desanya itu yang belum dibangun break water sekitar 400 meter lagi. Pihaknya berharap kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum untuk membangunnya, agar tanah daratan dekat pantai tersebut dapat diselamatkan.

“Yang belum dibangun break water panjangnya tinggal sekitar 400 meter. Bahkan yang sudah ada (dibangun red), kini mengalami kerusakan. Bangunan break water tersebut dibangun tahun 2014 lalu,” ujarnya kepada Radar, akhir pekan kemarin (9/2).

Menurut Jamroni, selama kurun waktu empat tahun terakhir daratan pantai yang belum dibangun break water tersebut hilang lebih dari 100 meter. Gelombang laut tersebut terus mengancam sawah yang tersisa maupun pemukiman penduduk.

Persoalan tersebut, kata Jamroni, sudah disampaikan ke BBWSC maupun Pemkab Indramayu. Hanya saja, hingga saat ini belum ada tanda tanda daratan pantai yang tersisa itu akan dibangun. “Daratan yang hilang itu merupakan lahan produktif. Oleh karenanya perlu diselamatkan, karena menyangkut perekonomian di desa kami. Mayoritas masyarakat desa kami berpenghasilan dari pertanian,” tandasnya. (kom)