Afganistan Kutuk Ledakan Mematikan

afganistan
PORAK-PORANDA: Sebuah masjid di dekat Kota Quetta, Pakistan porak-poranda setelah serangan mematikan pada Jumat (16/8). Dalam insiden itu, menewaskan saudara pemimpin Taliban, Mullah Hebatullah. Foto: AP

KABUL – Afghanistan mengutuk serangan mematikan pada Jumat (16/8) terhadap satu masjid di daerah terpencil Pakistan, yang dilaporkan menewaskan saudara pemimpin Taliban, Mullah Hebatullah.

Serangan tersebut terjadi pada saat Amerika Serikat dan Taliban diduga telah makin dekat dengan kesepakatan setelah babak pembicaraan maraton di Ibu Kota Qatar, Doha.

Juru Bicara Presiden Afganistan Sediq Sediqqi menegaskan, serangan mematikan terhadap satu tempat suci patut dikutuk, demikian laporan Kantor Berita Turki, Anadolu. “Tapi peristiwa di dekat Kota Quetta (di Pakistan, red) ini telah menunjukkan kebiadaban. Pemimpin Taliban berpusat di Pakistan, mereka memiliki pangkalan dan berkeliaran dengan bebas di sana,” kata Sediqqi dalam satu taklimat.

Islamabad belum mengomentari pernyataan Afghanistan tersebut. Namun Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi mengatakan negaranya akan terus memfasilitasi pembicaraan perdamaian Afghanistan yang sedang berlangsung.

Menurut kantor berita Afghan Islamic Press, adik pemimpin Taliban tersebut -Hafiz Ahmadullah- termasuk di antara empat orang yang tewas selama serangan Jumat di Kota Kecil Kuchlak, yang terpencil, di dekat Provinsi Kandahar di Afghanistan.

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Sementara Taliban belum mengomentari pemboman tersebut. Amrullah Saleh, wakil yang diusulkan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani buat pemimpin umum tahun ini, telah mencap peristiwa itu sebagai masalah pertikaian intern di kalangan gerilyawan Taliban.

Sediqqi mengatakan, Afghanistan berharap kesepakatan masa depan antara AS dan Taliban akan menjamin gencatan senjata menyeluruh, memulai pembicaraan langsung dengan pemerintah dan penarikan dengan syarat bagi penarikan tentara Amerika.

Ia mengatakan, Washington dijadwalkan menandatangani kesepakatan terpisah dengan Pemerintah Afghanistan yang menyampaikan kembali kerja sama dan dukungan lama. (ful/fin)

Berita Terkait