Ajak Dhuafa, Anak Yatim dan Jompo untuk Buka Puasa On The Street

JAPRI: Ketua TP-PKK Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Kamil berencana akan menggelar Buka Puasa On The Street pada 25 Mei 2019 mendatang di Jalan Dipenogoro depan Gedung Sate Bandung. FOTO: mohamad junaedi/radar Cirebon

BANDUNG – Untuk kali keempat, Atalia Praratya Kamil yang saat ini menjabat sebagai ketua TP-PKK Provinsi Jawa Barat, menggelar Buka Puasa On The street.

Kegiatan tersebut terinspirasi kebersamaan umat Islam di Makkah saat menjelang buka puasa bersama.

Rencananya, kegiatan yang mengundang ribuah kaum duafa, anak yatim dan orang jompo akan digelar 25 Mei 2019 mendatang di plataran depan Gedung Sate hingga Jalan Dipenogoro Kota Bandung.

Bahkan, acara tersebut tidak hanya dilakukan di Kota Bandung saja. Secara bersamaan, di seluruh kota/kabupaten di Jawa Barat juga menggelar kegiatan serupa yang dipusatkan pada masing-masing lokasi. Nah, lokasi ini sudah ditentukan oleh ketua TP-PKK tingkat kabupaten/kota.

“Nanti kita akan ada video teleconference dengan daerah-daerah, video streaming dan kerjasama dengan televisi lokal untuk menyiarkan secara langsung.

Sehingga, masyarakat di pelosok ikut merasakan,” katanya saat menjadi narasumber di acara Jabar Punya Informasi (Japri) yang berlangsung di Aula Lokantara, Gedung Sate, Senin (13/5).

Menurutnya, acara Buka Puasa On The Street merupakan wujud kebersamaan warga Jawa Barat. Semua pihak boleh terlibat dan ikut berpartisipasi untuk meramaikan acara ini.

“Bisa menyumbang makanan, menyumbang tenaga. Bahkan, bagi yang mau berdonasi silahkan berkoordinasi dengan panitia,” tuturnya.

Selain menyatukan warga Jawa Barat, kegiatan ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Sehingga, makin banyak acara serupa, makin banyak orang yang dibantu oleh sesamanya. “Mudah-mudahan lancar,” harapnya.

Sementara, ketua panitia Buka Puasa On The Street, dr Siska menjelaskan, acara ini terbuka untuk umum. Makanya, akan disediakan makanan untuk relawan yang berjaga dan masyarakat yang ingin ikut dalam kegiatan ini.

“Kita juga bekerjasama dengan pasukan go food yang akan mengantarkan makanan untuk para dhuafa,” jelasnya.

Dia juga menyampaikan, sampai dengan saat ini sudah ada 45 sponsor yang akan terlibat dalam acara ini. Dan masih membuka pintu lebar untuk sponsorship yang ingin terlibat dalam kegiatan ini.

Begitu juga uluran tangan komunitas yang ingin terlibat, pihaknya masih membuka pintu. Walau, sampai dengan saat ini sudah ada komunitas yang sudah siap membantu, seperti pramuka, relawan Jabar Bergerak, ibu rumah tangga dan lainnya. “Bahkan, komunitas non muslim pun akan ikut terlibat dalam acara ini,” ucapnya.

Terkait teknis acara, nanti akan ada pemberian santunan kepada anak-anak yatim, orang tua jompo dan dhuafa yang dibawa oleh 40 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Provinsi Jawa Barat sebanyak  50 orang, BUMD Jawa Barat 50 orang dan masing-masing Forkkopimda juga 50 orang.

“Nanti, mereka sendiri yang memberi santunan, memberikan bingkisan dan menjemput sekaligus mengantarkannya lagi ke rumah masing-masing,” terangnya.

Untuk kemeriahan acara sendiri, pihaknya mengundang penyanyi papan atas yakni Afgan yang diiringi dengan paduan suara Unpad dan musisi-musisi Jawa Barat.

Kemudian, di dalam masjid pun sebelum menjelang maghrib akan dilantunkan ayat suci Alquran dalam bentuk tadarusan. “Semoga mendatangkan keberkahan,” tandasnya.

Dalam ramadan kali ini, tidak hanya acara Buka Puasa On The Street. TP-PKK Provinsi Jawa Barat juga mengadakan buka berkah bersama yang dilaksanakan pada 4 titik wilayah, yakni Cianjur, Purwakarta, Sumedang dan Cirebon. “Alhamdulillah kita sudah menggelar di Cianjur. Responsnya sangat luar biasa,” katanya.

Diterangkan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk berbagi dengan warga Jawa Barat yang berada di pelosok, seperti memberi santunan, memberikan pengobatan gratis dan menggelorakan semangat Maghrib Mengaji bagi anak-anak.

“Semoga ini bisa menjadi contoh para pemimpin, yang mau hadir menyambagi masyarakat apalagi di bulan suci ramadan ini dan terus dilakukan sesudah Ramadan,” terangnya. (jun)