Aktivis Minta Pemkab Cirebon Area Sekitar Kitambleg Jadi Hutan Kota

dri---diusulkan-jadi-RTH-(1)Kondisi pohon baobab di Desa Jatiseeng Kidul, saat ini tidak terurus dengan baik. Sejumlah pihak pun meminta agar lokasi sekitar pohon tersebut dijadikan RTH atau hutan kota. FOTO:ANDRI WIGUNA/ RADAR CIREBON

CIREBON-Aktivis lingkungan dari Petakala Grage Deddy Majmoe meminta Pemkab Cirebon segera menetapkan kawasan sekitar tumbuhnya pohon Baobab atau Kitambleg dijadikan hutan kota atau ruang terbuka hijau.

Hal tersebut untuk melindungi dan menjaga kelestarian dan kelangsungan hidup pohon yang usianya sudah ratusan tahun tersebut, dari potensi negatif hal-hal yang tidak diinginkan. “Lokasi ini sudah beberapa kali diusulkan jadi hutan kota atau ruang terbuka hijau. Kalau itu terealisasi, maka pohon Kitambleg ini bisa kita jaga dengan maksimal. Tempat ini juga sangat cocok,” ujar Deddy Majome.

Dijelaskannya, saat ini pohon Kitambleg yang ada di Desa Jatiseeng Kidul ini adalah satu-satunya pohon Kitambleg yang tersisa di Cirebon. Dahulu menurutnya, dua pohon berukuran besar lainnya juga tumbuh di area PG Sindanglaut dan PG Tersana Baru.

“Kalau secara sejarah memang ini bukan pohon asli Indonesia. Tapi dahulu dibawa oleh orang Belanda yang bertugas di pabrik gula. Dulu ada tiga sekarang tinggal satu. Makanya ini harus kita jaga. Selain sebagai saksi sejarah, pohon ini juga termasuk pohon tak biasa karena biasanya hanya ada di daerah Afrika,” imbuhnya.

Oleh karena itu sebut Deddy, lokasi tersebut seharusnya segera ditetapkan menjadi RTH. Hal ini menurut Deddy, bukan perkara sulit asalkan pemerintah serius. Terlebih tempat tumbuhnya pohon tersebut adalah lahan milik pabrik gula.

“Sekitar enam tahun lalu ada pihak-pihak yang hendak menjual pohon itu. Kita semua bergerak karena pohon ini sudah tidak ada lagi dan hanya tinggal satu-satunya. Makanya, sangat kita jaga. Harapannya, bisa terealisasi untuk segera dijadikan RTH atau hutan kota,” ungkapnya.

Menurut Deddy, dukungan lokasi tersebut untuk dijadikan RTH sudah banyak berdatangan baik dari pemdes, pemcam bahkan dinas. Pasalnya, lokasi pohon tersebut sudah dikelilingi pemukiman penduduk dan tidak cocok ditanami tebu. “Mudah-mudahan segera terealisasi. Apalagi dulu pernah sempat ditinjau, kita butuh RTH, butuh hutan kota. Saya rasa jika melihat adanya pohon ini, lokasi ini adalah tempat yang pas,” bebernya.

Terpisah, Aktivis Lingkungan lainnya, Rizky Pratama kepada Radar Cirebon menuturkan, pihaknya akan mendukung upaya untuk menjadikan wilayah di sekitar pohon tersebut sebagai hutan kota atau RTH. Hal tersebut menurutnya, seiring dengan harapan warga untuk menjaga dan melestarikan pohon tersebut. “Saya dukung sekali. Kalau perlu kita buat petisi dan kita sampaikan ke pemkab untuk segera diproses,” pungkasnya. (dri)