Alihkan Penerbangan dari Bandung, PT BIJB Terus Berupaya agar Bandara Kertajati Ramai

Landing Fee Gratis Supaya Maskapai Tak “Lari”

Bandara Kertajati Majalengka (BIJB)
Bandara Kertajati Majalengka (BIJB).FOTO: RADARCIREBON.COM

MAJALENGKA-Masih minimnya tingkat keterisian (load factor) penumpang di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati mesti diatasi juga oleh pemerintah pusat. Pengelola menilai ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar Kertajati ramai. Salah satunya adalah peralihan penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung.

Corporate Secretary PT BIJB Arif Budiman mengatakan kebijakan peralihan penerbangan dari Bandung ke Kertajati ada di pemerintah pusat. Tapi, peralihan penerbangan saja tak cukup. Faktor lain penyebab masih minimnya penumpang Bandara Kertajati adalah masalah akses.

Saat ini sedang dinantikan beroperasinya jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) yang nantinya akan menghubungkan langsung Bandung dengan Kertajati. “Sebetulnya ada beberapa faktor. Yang pertama masalah akses. Kemudian kebijakan tarif dan bagasi yang secara nasional naik,” ujarnya kepada wartawan, Senin (11/3).

Menurunya, pihaknya sesuai kemampuan dan kapasitas terus melakukan langkah-langkah upaya promosi dan sosialisasi. Salah satunya yang dilakukan hari Jumat lalu menggandeng Pemprov Jawa Barat membuat imbauan agar para ASN Ciayumajakuning dan sekitarnya memanfaatkan BIJB Kertajati jika ingin bepergian lewat udara.

Juga kemudian upaya promosi lain seperti kerja sama dengan dinas pariwisata di daerah untuk ikut meramaikan dan mempromosikan Kertajati. “Kami juga berkomunikasi intensif dengan hotel-hotel, travel wisata dan travel umrah, serta upaya lainnya. Tapi di luar itu, memang perku ada tindak lanjut dari pusat (pemerintah pusat). Salah satunya rencana pengalihan (penerbangan) Bandara Husein. Pengalihan (penerbangan) sebagian umrah warga Jabar. Kebijakan itu ada di pusat,” tandas Arif.

Ia menjelaskan, harapan ini sudah pernah dibicarakan oleh manajemen kepada Gubernur Ridwan Kamil maupun pihak Kementerian Perhubungan. Bahkan, pembicaraan pihaknya dengan pihak internal PT Angkasa Pura II (AP2) selaku operator penerbangan di Bandara Kertajati, juga tengah mengkaji kemungkinan peralihan penerbangan dari Bandara Husen. “Mengenai responnya, belum. Tapi sudah kita sampaikan. Di internal AP2 juga ada wacana pengalihan dari Husen sebagian atau bertahap. Masih dianalisa kemungkinan-kemungkinannya,” paparnya.

Jika kondisi ini tetap dibiarkan, maka ada kekhawatiran jika izin rute terbang dan landing di Kertajati yang telah dikantongi sejumlah maskapai, ketika waktunya perpanjangan izin tersebut justru tidak ditempuh oleh pihak maskapai mengingat kondisi load factor dan pasar yang belum bergairah.

Halaman: 1 2