Alumni Ponpes Kebon Melati-Jambu Gelorakan Gerakan Wakaf Tanah

Ketua PCNU Kabupaten Majalengka KH Dedi Mulyadi (tengah) didampingi Ketua Fokal Pusat Kiyai Aban Kholid Barja dan Ketua Fokal Majalengka Kiai Muhamad Umar menghadiri Fokal Majalengka di Musala Desa Panjalin Kidul Kecamatan Sumberjaya, Minggu (10/3). FOTO:ONO CAHYONO/RADAR MAJALENGKA
Ketua PCNU Kabupaten Majalengka KH Dedi Mulyadi (tengah) didampingi Ketua Fokal Pusat Kiyai Aban Kholid Barja dan Ketua Fokal Majalengka Kiai Muhamad Umar menghadiri Fokal Majalengka di Musala Desa Panjalin Kidul Kecamatan Sumberjaya, Minggu (10/3).FOTO:ONO CAHYONO/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA-Forum Komunikasi Alumni (Fokal) Pondok Pesantren Kebon Melati-Jambu Kabupaten Majalengka mendorong para alumni dan masyarakat luas mewakafkan tanah untuk pembangunan Ponpes Kebon Jambu.

Hal tersebut seiring mendesaknya kebutuhan pengembangan dan perluasan Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy, di Desa Babakan, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon. Oleh karenanya, para alumni di berbagai daerah tidak tinggal diam, terutama para alumni di Kabupaten Majalengka.

Ketua Fokal Pusat Kiai Aban Kholid Barja, dalam kegiatan temu alumni Fokal Kabupaten Majalengka di Mushola As-Syabaniyah, Desa Panjalin Kidul Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, Minggu (10/3) menyebutkan saat ini dalam satu kamar, ada 30 orang santri Jambu. Hal itu dinilai sangat tidak baik dalam segi apapun. Sehingga diperlukan perluasan dan pengembangan pondok Jambu.

“Pertemuan ini memang rutin kami gelar selain diisi juga dengan doa bersama, tahlil, serta diskusi permasalahan pondok pesantren dan keumatan yang tengah hangat ini. Kami berharap dalam mengatasi persoalan ini para alumni asal Majalengka serta daerah lainnya, ikut serta membantu melalui gerakan wakaf tanah Pondok Jambu,” pesannya.

Menurutnya, berwakaf untuk pesantren adalah amal ibadah yang akan mengalirkan keberkahan hidup dunia akhirat. Disamping itu untuk memudahkan pihak pondok pesantren membagi investasi wakaf melalui beberapa bagian karena tanah yang dibutuhkan sangat luas. Untuk wakaf 1 meter persegi sebesar Rp400 ribu. Sementara 1 bata (14 meter persegi)  Rp5,5 juta.

Ketua Fokal Kabupaten Majalengka, Kiai Muhamad Umar berharap santri aktif di berbagai organisasi terutama di Nahdlatul Ulama (NU) dan badan otonom NU lainnya. Saat ini salah satu santri menjadi Ketua PCNU Kabupaten Majalengka. “Saya sangat berharap para alumni aktif di NU. Kebetulan saat ini, NU memiliki sejumlah program dan itu harus dimanfaatkan para alumni Jambu-Melati di didalamnya. Ada bantuan usaha atau membuat koperasi, dan lainnya,” imbuhnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Manba’ul Huda Desa Cisambeng, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka berharap para alumni dapat berperan aktif pada kegiatan sosial dan keagamaan di desanya masing-masing. Jangan sampai masjid atau musala, diduduki oleh orang yang ilmu agamanya masih diragukan. Makmurkan masjid dan musala oleh para alumni, syiarkan agama Islam sesuai dengan ilmu yang didapat di pondok pesantren.

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Majalengka KH Dedi Mulyadi berharap para alumni juga aktif di ormas NU. Dengan berorganisasi, identitas akan muncul. Bahkan mampu mengalahkan pendidikan formal seseorang. “Identitas itu penting dan itu salah satunya didapat melalui organisasi. Lakukan itu dengan istiqomah dan baik. Insyaallah hasilnya akan diperoleh,” pungkas alumni Ponpes Jambu 1993 ini. (ono)