Amankan Preman, Tuak dan Petasan Polsek Jatibrang Rutin Operasi Pekat Lodaya

BARANG BUKTI: Aparat Polsek Jatibarang memperlihatkan tuak hasil dari operasi pekat, (19/5). FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU
BARANG BUKTI: Aparat Polsek Jatibarang memperlihatkan tuak hasil dari operasi pekat, (19/5).FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU- Polsek Jatibarang terus melakukan Operasi Pekat Lodaya 2019 untuk menjaga situasi kondusif  di bulan Ramadan dan jelang Hari Raya Idul Fitri.

Dalam operasi cipta kondisi itu, Polsek Jatibarang  mengamankan dua orang yang diduga preman, belasan bungkus tuak dan puluhan ribu petasan.

Kapolsek Jatibarang, Kompol Agus Wahidin SH mengatakan, sasaran dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) Lodaya 2019 adalah miras, premanisme atau percaloan, petasan, curat, curas, curanmor, makanan kedaluwarsa, dan protistusi.

“Kami berhasil mengamankan miras jenis tuak sebanyak 12 bungkus, 2 orang diduga sebagai preman dan petasan,” ungkap Agus.

Dijelaskan Agus, pihaknya langsung mengamankan dan mendata preman atau calo, dengan mengupayakan penindakan melalui proses tipiring, memberikan imbauan serta penyuluhan agar tidak melakukan perbuatan yang melawan hukum.

“Mereka juga membuat pernyataan untuk tidak melakukan tindakan yang mengganggu ketertiban umum,” tandasnya.

Ditegaskan Agus, pihaknya akan terus rutin menggelar  Operasi Pekat Lodaya 2019, menciptakan kodisi yang aman, tertib, dan kondusif, dan tidak ada lagi kegiatan-kegiatan yang meresahkan masyarakat di Jatibarang.

Sementara itu, masyarakat Jatibarang, Juhadi (48) mengatakan, operasi cipta kondisi yang gencar dilakukan Polsek Jatibarang pada bulan Ramadan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Jatibarang,  sehingga dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk.

“Alhamdulillah, dengan operasi yang dilakukan aparat kepolisian warga merasa aman dan nyaman,” katanya.

Juhadi berharap, dengan operasi pekat 2019 dapat meminimalisir aktivitas negatif penyakit masyarakat selama bulan Ramadan. (oni)

Berita Terkait