Amankan Puluhan Botol Miras Berbagai Merek

BARANG BUKTI: Petugas membawa barang bukti minuman keras hasil razia, Sabtu (20/7) malam. FOTO: POLRES FOR RADAR MAJALENGKA
BARANG BUKTI: Petugas membawa barang bukti minuman keras hasil razia, Sabtu (20/7) malam. FOTO: POLRES FOR RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA-Kepolisian Resor (Polres) Majalengka masih menemukan minuman keras di wilayah Majalengka, tepatnya di sekitar jalan KH Abdul Halim. Bahkan dalam Kegiatan Kepolisian yang Ditingkatkan (KKYD), Satnarkoba Polres Majalengka berhasil mengamankan 42 botol miras pabrikan berbagai merek di Jalan KH Abdul Halim, Sabtu (20/7).

Kapolres Majalengka AKBP Mariyono SIK MSi melalui Kasat Narkoba AKP Ahmad Nasori SH mengatakan kegiatan ini adalah upaya untuk menekan angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Majalengka.

“Kami melakukan kegiatan razia ini dengan sasaran penjual minuman beralkohol tanpa izin, rumah atau toko yang dicurigai menjual miras atau miras oplosan yang berada di Kecamatan Majalengka kota dan Kadipaten. Hasilnya 42 botol berbagai merek berhasil kami amankan,” jelasnya.

Aktivis Mahasiswa, Eka Prisaptio mengatakan perlu ada upaya pre­ventif dalam peredaran miras illegal. Hal yang dilakukan pemerintah dan pihak kepolisian, tidak akan berjalan baik tanpa ada­nya kerja sama dengan seluruh lapisan masyarakat.

Masyarakat harus berani melaporkan pihak yang berwajib jika mengetahui ada penjual atau transaksi jual beli miras. Hal itu akan mempercepat upaya pemberantasan penyakit masyarakat itu.

“Karena apa yang dilakukan pe­merintah melalui razia, so­sialisasi dan edukasi hanyalah upaya kecil. Kerja sama ber­bagai pihak, terutama masy­arakat yang berani melapor setiap ada kegiatan yang meresahkan, akan semakin mem­percepat pemberantasan penyakit masyarakat ini,” ungkapnya.

Eka juga meminta para tokoh ulama dan tokoh masyarakat, agar tidak bosan mengingat­kan generasi muda akan bahaya miras. Penyelenggaraan kegiatan yang si­fatnya positif, akan mengali­hkan mereka dari pengaruh buruk miras.

“Saya mengajak para ulama dan tokoh masyarakat, untuk memperbanyak aktivitas-aktivitas yang dapat merang­kul dan menarik minat pemuda, agar semakin ter­jauhkan dari perilaku buruk akibat mengonsumsi miras,” tuturnya.(bae)