Anda Sibuk Bekerja? Riset: Pentingnya Perasaan Bersyukur

Bahagia itu Bersyukur (Foto. Net)

Kita pastinya ingin mendapat pengakuan. Kita ingin diakui atas kemampuan dan keberhasilan kita melakukan sesuatu. Bahkan sebuah pengakuan menjadi tolak ukur kebahagiaan kita. Tapi seringkali tanpa sadar karena terlalu sibuk mencari pengakuan kita sampai lupa untuk bersyukur. Padahal, ungkapan syukur bisa memengaruhi kesehatan. Karenanya penting untuk dipraktikkan.

Secara ilmiah, orang akan melihat perbedaan dalam kesehatan mental dan fisik saat rajin bersyukur.

Sebuah studi baru dalam Journal of Positive Psychology menemukan, ketika perawat mendapat ucapan terima kasih karena melakukan tugasnya, mereka tidur lebih baik, lebih jarang sakit kepala, dan makan lebih sehat secara keseluruhan.

Ini terlihat manakala tim peneliti dari Portland State University meminta 146 perawat mengisi survei mingguan tentang pengalaman kerja dan kesehatan mereka selama 12 minggu.

“Perawat cenderung bekerja tanpa pamrih. Sifatnya sangat fisik, dan mereka sering diteriaki pasien yang sedang dalam titik terendah hidup. Ketika perawat menerima ungkapan terima kasih, itu menyemangati mereka,” ujar peneliti David Cadiz dalam rilis penelitian berjudul The power of gratitude in the workplace

Studi ini, kata Cadiz membantu orang memahami bagaimana menjaga kewarasan perawat dengan cara yang sehat.

“Rasa terima kasih sesuai dengan identitas mereka, memberi mereka kepuasan dalam pekerjaan yang dilakukan dengan baik dan pada akhirnya meningkatkan perawatan diri,” lanjut Cadiz.

Menjadikan bersyukur sebagai bagian dalam hidup tidak hanya mengubah sikap. Secara harfiah hal ini mengubah struktur otak.

“Rasa bersyukur bekerja melalui plastisitas otak dalam menciptakan jalur saraf baru yang meningkatkan fokus melalui korteks prefrontal dan menurunkan stres dan ketakutan dengan mengaktifkan ‘termostat emosional’ yang disebut amygdala,” jelas Margaret Stockley, pendiri Professional Organization for Wellness Certification.

Dengan meningkatkan aktivitas di bagian-bagian penting otak ini, Stockley menjelaskan, ungkapan terima kasih membantu meningkatkan kesehatan jantung, membuat orang bergaul lebih baik, dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

Menukil Greater Good Magazine, ada setidaknya tiga efek positif dari perasaan bersyukur. Pertama, sikap ini membuat orang isa tidur lebih nyenyak.

Pasalnya, pikiran orang yang tahu berterima kasih tak diselimuti hal-hal negatif. Jadi perasaan mereka lebih tenang.

Bersyukur juga berarti orang tidak merasa lebih berhak daripada orang lain. Mereka merasa cukup atas apa yang mereka miliki.

Terakhir, orang yang bersyukur memberi kontribusi pada lingkungan. Baik itu di tempat tinggal, maupun tempat mereka bekerja.

Bukan sekadar melakukan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab, mereka juga ringan tangan terhadap sesama. Dengan demikian, jelas lah bahwa segala kebaikan dari merasa bersyukur tidak hanya berlaku bagi para perawat.

Riset lain mengungkap, pekerja yang mendapatkan pengakuan cenderung lebih terlibat di tempat kerja. Alhasil, lebih kecil kemungkinannya bagi mereka untuk mengundurkan diri. Demikian laporan tahun 2015 oleh Smarter Workforce Institute IBM.

Polling Gallup mengungkap, karyawan yang manajernya fokus pada karakteristik positif mereka, jauh lebih terlibat dalam pekerjaan. Namun, masih ada orang yang mungkin menganggap dampak positif dari rasa terima kasih tak seberapa.

Riset tahun 2018 yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Science menemukan, orang cenderung meremehkan potensi manfaat dari menulis ucapan terima kasih dan melebih-lebihkan rasa canggung yang mungkin disebabkannya.

Menurut pelatih kesehatan holistik Alexandra Elle, Anda mungkin kesulitan mengungkap syukur karena perasaan terbeban, Ini perlu dihilangkan terlebih dahulu. Elle menyarankan, luangkan waktu setiap minggu untuk mengatasi hal negatif yang mengganggu Anda.

“Tuliskan kebohongan–pembicaraan negatif tentang diri sendiri, keraguan diri–kemudian lawan lah dengan apa yang Anda tahu benar,” sarannya dinukil Elite Daily. (*)