Andi Arief dan Perang Tagar #01BandarSabu versus #02Nyabu

Data drone empirit (foto. Twitter Ismail Fahmi)

Polisi menyatakan tidak menemukan barang bukti narkoba saat menangkap Wasekjen Demokrat Andi Arief di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat, Minggu (3/3).

“Saudara AA hanya sebatas pengguna. Jenis narkoba yang ada di ruangan tidak kami temukan. Kemungkinan dia direhabilitasi,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal kepada wartawan di Mabes Polri, Senin (4/3).

Terpisah, Partai Demokrat telah selesai menggelar rapat terkait salah satu elitenya,Andi Arief yang ditangkap polisi karena kasus narkoba. Namun, rapat yang digelar di Kantor DPP Demokrat itu belum mengambil keputusan apapun terkait nasib wakil sekjen partai Demokrat itu.

Demokrat berencana untuk mendengar langsung keterangan dari Andi Arief sebelum bersikap.

“Kami mengikuti peristiwa ini dari media serta keterangan dari pihak Kepolisian. Untuk mendalami hal ini kami akan mencari informasi secara langsung dari pihak Andi Arief,kami akan mencari informasi secara langsung dari pihak Andi Arief,” kata Ketua Divisi Komunikasi Partai Demokrat Imelda Sari, usai rapat, Senin (4/3/2019).

Analis media sosial dari drone empirit, Ismail Fahmi ikut memantau perkembangan tagar di media sosial twitter pasca penangkapan Andi Arief dibeberkan Polisi, Senin (4/3/2019) siang.

Ismail Fahmi mengklasifikasi tagar dua kubu pendukung Capres 01 dan 02 dalam mengejar trending topik soal narkoba.

Data Drone Empirit menganalisa pergerakan kubu 01 yang gencar menggerakkan tagar #02Nyabu. Sementara, kubu 02 juga terus gencar memaksimalkan tagar #01BandarSabu.

“Pergerakan tagar #02Nyabu dan #01BandarSabu dalam trending topic 1 jam terakhir,” tulis Ismail Fahmi melalui akun twitternya @ismailfahmi.

Sementara, pantauan radarcirebon.com pukul 21:54 trending twitter tagar #01BandarSabu masih memimpin 49,4 ribu tweet, dan tagar #02Nyabu 29,6 ribu tweet.

Diketahui, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Muhammad Iqbal mengatakan Andi Arief masih berstatus sebagai terperiksa.

“Dia sebagai korban dan benar sebagai terperiksa,” kata Iqbalkata Iqbal di Mabes Polri, Senin (4/3/2019).

(*)