Aneh, Motor Kok Bisa Hilang Misterius, Korban Tersadar saat sudah di Puskesmas

Hikmah Andriani saat ditemui Radar Cirebon di rumahnya. Dia menunjukkan luka yang ada di pelipis matanya. FOTO:CECEPNACEPI/RADAR CIREBON
Hikmah Andriani saat ditemui Radar Cirebon di rumahnya. Dia menunjukkan luka yang ada di pelipis matanya.FOTO:CECEPNACEPI/RADAR CIREBON

CIREBON–Hikmah Andriani (39) warga RT 03 RW 01, Blok Pekuwon, Kelurahan Kemantren, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon mengalami kejadian misterius. Dalam benaknya, kejadian yang dialaminya pada Selasa pagi (26/2) sekitar pukul 08.00 WIB masih menjadi pertanyaan besar.

Entah telah menjadi korban begal, hipnotis, ataukah sebagai korban kecelakaan tunggal. Yang pasti, motor Honda Spacy hitam nopol E 6536 HB hilang dan HIkmah Andriani mendapatkan luka lecet saat sadar di Puskesmas Dukupuntang.

Kepada Radar Cirebon, Hikmah Andriani menceritakan kejadian yang dialaminya. Berawal dari dirinya yang melakukan kegiatan seperti biasa, mengantar pupuk ke pelanggannya di Majalengka. Dalam perjalanan pulang, tepatnya memasuki pebatasan Cirebon-Majalengka, dirinya dilanda ngantuk berat.

“Sebelumnya saya gak ngantuk sama sekali. Tapi, pas mendekati perbatasan secara tiba-tiba mata ini ngantuk. Saya berusaha nahannya dengan baca zikir, merenggangkan tubuh, tapi tetap saja. Jadi saya cari masjid untuk salat Duha dan istirahat. Terakhir saya lihat, saya sudah lewat perbatasan, dan sudah masuk Dukupuntang. Setelah itu, saya tidak sadar lagi apa yang terjadi pada saya,” ungkapnya.

Tidak tahu apa yang dialaminya, saat Hikmah tersadar sadar sudah dalam perawatan medis di Puskesmas Dukupuntang. Sontak, Hikmah kaget. “Kaget, saya Tanya di mana ini? Perasaan tadi saya nyetir motor kok tiba-tiba ada di sini,” ucapnya menirukan apa yang dia katakan ke petugas Puskesmas Dukupuntang.

Saking cemasnya, dia melihat barang yang dia bawa. Uang dalam tas masih aman di tangannya. Sedangkan motor yang dia bawa lenyap, tidak diketahui keberadaannya. Hikmah juga mengalami sakit sekujur badan, luka lecet di bagian pelipis, serta tangan kanan.  Yang membuatnya lebih panik lagi saat menanyakan ke petugas puskesmas.

“Saya tanya ke petugas puskesmas mana motor saya. Mereka tidak tahu. Sama siapa saya ke sini?. Mereka jawab saya datang sendiri ke puskesmas. Terlintas dalam benak saya saat itu, kalau saya telah dihipnotis. Saya ambil handpone di dalam tas, kemudian telepon saudara, Pak Asep yang bekerja sebagai polisi di polres,” tuturnya.

Tidak lama kemudian, Asep datang menemuinya di Puskesmas Dukupuntang. Rasa penasaran pun muncul, sehingga kerabat korban dan korban kembali mengecek jalur yang dilalui. Namun, motor Hkmah tidak ditemukan dan saat tanya kepada masyarakat di pinggir jalan pun tidak ada yang memberikan jawaban pasti.

Akhirnya, Hikmah didampingi keluarga datang ke Mapolsek Dukupuntang untuk melaporkan kehilangan. Sayang, sampai di polsek polisi juga memberikan jawaban yang tidak memuaskan karena pokok dari permasalahan yang dialami belum diketahui. Entah sebagai korban kejahatan ataukah kecelakaan tunggal karena ngantuk.

Hikmah juga melaporkan ke Polsek Sindangwangi karena khawatir lokasi kejadian masuk dalam wilayah hukum Polsek Sindangwangi, Majalengka. “Sudah laporan, tapi mereka jawab baru lisan saja. Padahal sudah dua kali ke polsek, karena mereka bingung apa yang dilaporkan. Entah, apakah murni kejahatan atau kecelakaan. Jadi lisan dulu, sekarang masih mencari kebenarannya,” ucapnya. (cep)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait