Angka Kecelakaan Arus Mudik Turun

Info Mudik 2018
MENUMPUK: Kendaraan roda empat terus mengalami penumpukan di gerbang tol Palimanan, Kamis (29/6). Foto: Cecep/radarcirebon.com

MENURUT catatan Korlantas di Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu Kemenhub, pada H-3 Lebaran jumlah kecelakaan arus mudik mencapai 138 kejadian. Jumlah itu turun 57 persen dibanding tahun lalu yang mencapai 195 kejadian. Pada hari-hari sebelumnya juga terjadi penurunan kecelakaan jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Pada H-4 lebaran, angka kecelakaan mencapai 152 kejadian. Tahun sebelumnya mencapai 216 kejadian. Hanya pada H-8 saja yang menunjukkan adanya kenaikan angka kecelakaan. Itu pun hanya selisih satu kejadian. Pada Kamis (7/6) terjadi 68 kecelakaan yang terpantau. Sedangkan tahun lalu hanya 67 kejadian.

Banyaknya mudik gratis yang dilakukan menjadi salah satu penyebab turunnya angka kecelakaan. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berencana untuk menambah kuota mudik gratis saat lebaran. Pada tahun ini dari 30.000 kuota mudik gratis yang disiapkan, occupancy mencapai hingga 90 persen.

Sebelumnya Budi menjelaskan jika mudik gratis ini menjadi salah satu faktor mengurangi jumlah motor. “Tahun sebelumnya, hampir 70 persen kecelakaan karena sepeda motor,” tutur Budi.

Dilihat dari antusias masyarakat yang mengikuti mudik gratis cukup banyak tahun ini, Budi berniat akan meningkatkan jumlah kuota mudik gratis pada tahun depan. Rencananya peningkatan hingga tiga kali lipat. “Tahun depan Kemenhub ingin menambah kapasitas. Kalau kapasitas darat itu kita pastikan akan kita tambah tiga kali lipat. Untuk laut kita berniat menambah tiga kali lipat tergantung dengan jumlah kapal yang ada,” kata Budi kemarin.

Menurut data Kemenhub, angka pengguna kendaraan roda dua semakin sedikit. Jika tahun lalu dari H-8 hingga H-3 terdapat 781.469 pemudik menggunakan roda dua, tahun ini hanya 130.332 pemudik saja. Jumlah pemudik menggunakan sepeda motor berkurang hingga 37,7 persen. Selain karena banyaknya mudik gratis, hal tersebut juga dipengaruhi oleh libur lebaran yang panjang. Sehingga pemudik bisa memilih moda transportasi.

Selain itu, pengguna tol juga makin banyak. Misalnya saja di Gerbang Tol Cikarang Utama pada H-3 lebaran ada 104.690 kendaraan yang lewat. Tahun lalu hanya 34.152 kendaraan saja. Sehari sebelumnya, jumlah pemudik lewat GT Cikarang Utama naik 22,61 persen. Pada 2017, di H-4 terdapat 40.817 kendaraan yang lewat. Sementara tahun ini mencapai 50.046 kendaraan.

Sementara itu Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan pembangunan infrastruktur tidak semata-mata untuk memperlancar arus mudik. Namun untuk kepentingan jangka panjang, jadi elemen pendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang sehat dan meningkatkan daya saing bangsa dalam konteks global.

Khusus mengenai mudik lebaran, Menteri Basuki menegaskan bahwa kelancaran dan keberhasilan mudik ditentukan oleh tiga hal. Pertama, prasarana-sarana infrastruktur mudik tersedia, kedua, manajemen lalu lintas oleh pihak kepolisian, dan tiga perilaku para penggunanya. “Jalan nasional kita sepanjang 48 ribu kilometer kondisinya 90 persen dalam kondisi mantap,” kata Basuki.

Panjang tol Jakarta-Surabaya 760 Km yang dapat dilalui pemudik dengan kondisi operasional sepanjang 525 Km dan fungsional sepanjang 235 Km. “Tol operasional semua sudah dilengkapi sarana pendukungnya. Untuk Tol fungsional bukan lagi jalan darurat. Kondisinya sudah banyak yang sudah rigid minimal lean concrete dan aspal, namun fasilitasnya belum selengkap tol operasional,” tuturnya.

Untuk titik kemacetan di Kali Kenteng, Basuki mengatakan  kemiringan jalan sementara yang melintasi bawah Jembatan Kali Kenteng masih aman dilalui. Kemacetan pada titik ini terjadi karena penyempitan dari 2 lajur menjadi 1 lajur saat memasuki jalan sementara sepanjang 600 meter dimana kecepatan kendaraan 20 km per jam. (lyn)