Area Parkir Dipenuhi PKL, Disdag Fokus Revitalisasi Pasar Cigasong

Kondisi pasar Sindangkasih Cigasong. FOTO: DOK.ALMUARAS/RADAR MAJALENGKA
Kondisi pasar Sindangkasih Cigasong.FOTO: DOK.ALMUARAS/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA-Dinas Perdagangan (Disdag) Majalengka menyatakan sudah berupaya melakukan sejumlah langkah untuk menertibkan para pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di depan pasar tradisional Cigasong.

“Sebenarnya kita sudah beberapa kali rapat bersama APSI, para pedagang dan unsur terkait lainnya sebagai upaya dan langkah agar pedagang tidak lagi berjualan di depan pasar Cigasong. Tetapi ini butuh proses agar pedagang lemprakan itu mengerti bagaimana memungsikan toko atau los yang ada di belakang,” kata Kepala Dinas Perdagangan Drs Raden M Umar Ma’aruf SSos MSi.

Dia mengakui bahwa pasar Cigasong memang banyak kios dan los yang kosong. Namun tidak secara keseluruhan. Pihaknya juga sudah mengimbau kepada pedagang agar kembali menempati kios-kios tersebut. Sampai saat ini kesadaran masyarakat khususnya pedagang memang belum mengerti tentang fungsi fasilitas umum.

Dirinya sependapat ketika kondisi fasilitas umum seperti area parkir bagi pasar Cigasong tersebut dijadikan lapak puluhan pedagang dinilai kurang rapi dan terlihat kumuh. Namun langkah penertiban memang tidak semudah mengembalikan telapak tangan, karena perlu dirumuskan secara matang.

“Soal penertiban memang harus dikoordinasikan dengan berbagai pihak. Diantaranya Satpol PP dan Dishub yang memiliki kewenangan terkait lahan parkir yang sempit akibat digunakan sebagian medannya dipakai PKL berjualan. Yang pasti kami juga akan mengambil langkah agar kondisi pasar benar-benar tertata dengan rapi,” paparnya.

Pedagang sudah diimbau dan dipersilahkan agar menempati puluhan kios dan los yang selama ini kosong akibat tidak diisi. Banyaknya kios dan los yang kosong tersebut memang sebagian dibiarkan sengaja oleh pemilik karena hanya dibutuhkan untuk tempat penyimpanan barang (gudang) saja.

Tahun 2018 lalu HGB memang sudah berakhir dan beberapa pedagang banyak yang kembali menyewa kios dan los. Jadi ada sebagian yang tidak melanjutkan karena memilih berjualan di depan pasar. “Selain rencana penertiban melalui relokasi para pedagang ke tempat semula, kami juga tengah fokus agar pasar Cigasong ini perlu direhab karena sudah sekitar 20 tahun belum ada perbaikan. Revitalisasi nanti juga bakal diperpadukan dengan terminal,” imbuhnya.

Kedepan, nantinya kondisi terminal itu didepan pasar dan pasar tradisional Cigasong akan direlokasi ke belakang yang sekarang ini terminal. Namun perencanaan ini harus betul-betul matang yang membutuhkan koordinasikan dengan internal OPD khususnya Dinas Perhubungan (Dishub) Majalengka. (ono)