Argasunya Kekeringan, Layanan Air PAM Terganggu

ILUSTRASI-KEKERINGAN
ILUSTRASI-KEKERINGAN

CIREBON–Sejumlah wilayah di Kota Cirebon menghadapi permasalahan kekeringan. Empat RW di Kelurahan Argasunya, Kota Cirebon saat ini telah mengalami krisis air bersih. Sebab, di kawasan ini tidak ada sumber air yang dapat dimanfaatkan.

Sementara di wilayah cakupan layanan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Giri Nata, terjadi gangguan. Lurah Argasunya Dudung Abdul Barry mengatakan, kekeringan sulit dihindari untuk terjadi di Argasunya. Melihat kontur wilayah juga ketersediaan sumber mata air, khususnya di RW 03 Kedung Mendeng, RW 05 Kedung Krisik Utara, RW 08 Kopi Luhur dan RW 10 Kedung Jumbleng.  “Begitu nggak ada hujan, sumur punya warga langsung kering,” katanya.

Sementara untuk mengantisipasi kekeringan di sejumlah daerah, PAM Tirta Giri Nata telah membentuk tim penaggulangan krisis air. Juga rutin dilakukan pengiriman air ke daerah-daerah yang kesulitan air bersih. Direktur Utama PAM Tirta Giri Nata Kota Cirebon Sofyan Satari MM mengatakan, tim penanggulangan krisis air akan berkoordinasi dengan lurah atau RW setempat.

Sejumlah wilayah juga sudah mendapat pengiriman rutin seperti di RW 10 Samadikun 10, RW 03 Kedung Mendeng, RW 05 Kedung Krisik Utara Masjid Al-Ridho dan RT 04, RW 08 Kopi Luhur, RT 04 Benda Kulon, RW 10 Kedung Jumbleng, dan RT 02 Karanganyar.

Opang –sapaan akrabnya- menyebutkan, untuk wilayah terkena dampak kekeringan, PAM Tirta Giri Nata mempersilahkan masyarakat untuk melaporkan dan ditindaklanjuti dengan pengiriman air bersih. Dimulai dari permintaan warga melalui RT/RWdiketahui oleh lurah atau camatnya, sekaligus memberitahu nomor kontak koordinatornya. Tujuannya adalah untuk kecepatan dan ketepatan pengiriman air sampai ke lokasi.

Di sejumlah lokasi, distribusi air bersih PAM Tirta Giri Nata dilaporkan terganggu. Salah satunya RW 17 Ciremai Giri. Sejak akhir Juni aliran air PAM tidak lancar. Salah seorang warga, Deddy M mengatakan, warga mulai mengeluhkan kondisi ini. Sebab, gangguan air bersih tentu mempengaruhi rutinitas sehari-hari. “Semoga bisa diteruskan ke PDAM. Warga sudah banyak yang mengeluh,” ucapnya. (myg)