Argo Parahyangan Terlibat Tabrakan dengan Bus di Klari, Perjalanan KA Terganggu

Kecelakaan Kereta Api Argo Parahyangan
Bangkai bus yang terlibat tabrakan dengan KA Argo Parahyangan di perlintasan KM 67 Klari, Kabupaten Karawang, Senin (26/8) siang. Foto: Istimewa

KARAWANG – Kecelakaan di perlintasan kereta api terjadi di KM 67 Klari, Kabupaten Karawang, Senin (26/8). Kereta api (KA) Argo Parahyangan terlibat tabrakan dengan bus sekitar pukul 12.36 WIB.

Tertempernya KA Argo Parahyangan itu mengakibatkan lokomotif CC2961511 mengalami kerusakan dan tidak dapat beroperasi. Tidak hanya itu, akibat peristiwa itu prasarana rel mengalami kerusakan dan sejumlah perjalanan KA jurusan Jakarta-Bandung maupun Jakarta-Jawa terganggu.

“Kami mohon maaf atas gangguan perjalanan lintas Karawang dampak dari KA 32 Argo Parahyangan relasi Gambir – Bandung yang terlibat tabrakan dengan kendaraan bus pada KM 67+2 Karawang-Klari,” kata Kahumas Daop 1 Jakarta, Eva Chairunnisa, dalam rilisnya yang diterima radarcirebon.com.

Langkah awal yang dilakukan PT KAI Daop 1 Jakarta adalah mengirim lokomotif pengganti untuk KA 32 Argo Parahyangan. Kemudian melakukan perbaikan jalur serta melakukan evakuasi di tempat kejadian.

Eva menyebutkan, seluruh kru KA dan penumpang pada KA 32 Argo Parahyangan selamat. Seluruh penumpang pada rangkaian tersebut sudah kembali melanjutkan perjalanan pukul 14.29 WIB dengan lokomotif pengganti.

“Saai ini tim keamanan PT KAI Daop 1 Jakarta bekerja sama dengan pihak kepolisian berupaya melakukan evakuasi Bus dengan menggunakan alat berat, agar jalur dapat kembali dioperasikan untuk perjalanan kereta,” kata Eva.

Eva juga menyebutkan, peristiwa kecelakaan terjadi saat kendaraan bus melintasi perlintasan liar di daerah Karawang-Klari. Atas kejadian tersebut tim PT KAI Daop 1 Jakarta dengan sigap melakukan evakuasi bus dan sejumlah proses lainnya seperti pengiriman lokomotif pengganti serta perbaikan jalur rel yang mengalami kerusakan agar dapat kembali beroperasi.

“Saat ini jalur kereta dari Karawang menuju Klari sudah dapat dilalui dengan kecepatan terbatas. Sementara jalur sebaliknya antara Klari menuju Karawang hingga kini belum dapat dilalui karena masih proses perbaikan jalur rel dan menunggu proses evakuasi bus selesai dilakukan,” tuturnya.

Hingga pukul 15.30 WIB tercatat sekitar 16 KA Jarak Jauh tertahan antrean perjalanan antara lintas Cikarang-Karawang. Tidak hanya itu akibat kecelakaan tersebut juga berdampak perjalanan kereta dari Stasiun Kejaksan Cirebon menuju Gambir tertahan.

Kereta api yang terganggu akibat peristiwa kecelakaan tersebut adalah KA Lokal 326 Walahar Ekspres (Tanjung Priok-Purwakarta) tertahan di Karawang, KA 68 Cirebon Ekspres (Gambir-Cirebon) tertahan di Kedunggedeh, dan KA 156 Singasari (Pasar Senen-Malang) tertahan di jalur III Lemahabang.

Kereta api lainnya yang juga terganggu perjalanannya adalah KA 2516 tertahan di jalur IV Lemahabang, KA 34 Argo Parahyangan (Gambir-Bandung) tertahan di Cikarang dan PLB 7051 Argo Parahyangan (Bandung-Gambir) tertahan di Kosambi serta KA 144 Jayabaya relasi Pasar Senen-Surabaya Gubeng tertahan di Stasiun Tambun, Bekasi.

“Aku di stasiun. Semua kereta dari Jakarta ke Cirebon masih terlambat. Termasuk keretaku,” kata Men Nagasi, penumpang dari Stasiun Kejaksan Cirebon yang hendak berangkat menuju Gambir, menginformasikan kepada radarcirebon.com sekitar pukul 17.05 WIB.

Jadwal pemberangkatan KA Argo Cheribon yang dipesan Ken Nagasi seharusnya pukul 16.45 WIB. Namun kereta baru berangkat pukul 17.41 WIB.

Sementara itu, PT KAI Daop 1 Jakarta berharap agar keberadaan perlintasan sebidang liar dapat segera dicarikan solusinya bersama pihak-pihak terkait. Seperti penutupan perlintasan atau pembuatan jalur yang tidak sebidang dengan lintasan kereta seperti pembuatan Flyover atau underpass. (hsn)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait