Asah Kemampuan, Gelar Kompetisi Bahasa Inggris

KOMPAK: Jajaran dosen dan mahasiswa Program Studi Sastra Inggris STIBA Invada pose bersama usai menggelar Internal Grand English Competition, pada 15-16 April lalu. FOTO: STIBA INVADA FOR RADAR CIREBON
KOMPAK: Jajaran dosen dan mahasiswa Program Studi Sastra Inggris STIBA Invada pose bersama usai menggelar Internal Grand English Competition, pada 15-16 April lalu.FOTO: STIBA INVADA FOR RADAR CIREBON

CIREBON-STIBA Invada, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing yang memiliki program studi Bahasa Inggris dan Jepang, menggelar Internal Grand English Competition, pada 15-16 April lalu. Kegiatan yang baru pertama diadakan tersebut, untuk meningkatkan dan melatih kemampuan Bahasa Inggris mahasiswa.

Kepala Program Studi Sastra Inggris STIBA Invada, HM Sukirman Djusma SPd MM menjelaskan, tujuan kegiatan tersebut untuk memotivasi mahasiswa untuk lebih giat lagi berbicara Bahasa Inggris secara efektif dan efisien. “Untuk itu, terdapat tiga kategori yang dilombakan, yakni story telling, debate, dan speech,” jelasnya, (21/4).

Masing-masing kategori untuk mengasah kemampuan Bahasa Inggris yang sudah dipelajari. Pada kategori story telling, mahasiswa berlomba menjadi yang terbaik dalam menyampaikan cerita dalam Bahasa Inggris.

Kategori tersebut sesuai bagi mahasiswa yang bercita-cita menjadi tenaga pendidik ataupun storyteller atau pendongeng.

Hal tersebut berbeda pada kategori speech atau berbicara. Mahasiswa dibiasakan untuk mampu berbicara dalam Bahasa Inggris dengan lancar dan pengucapan yang benar.

Maka, ketika mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk berbicara di depan umum atau khalayak ramai dalam forum tertentu, bisa mengutarakan materi dengan baik.

“Ada materi kuliah public speaking. Bagaimana berbicara di hadapan publik, apa yang bisa diutarakan ini diajarkan dalam mata kuliah public speaking,” ungkapnya.

Sedangkan untuk debate atau debat, merupakan kategori perlombaan yang sering diadakan, baik di tingkat provinsi sampai nasional. Ajang tersebut untuk mengasah kemampuan berpikir kritis mahasiswa terhadap suatu topik permasalahan dan disampaikan dalam Bahasa Inggris.

Tema yang diusung adalah soal kenakalan remaja hingga pendidikan. “Yang diharapkan setelah mengikuti debat, mahasiswa memiliki critical thinking. Tanggap terhadap situasi dan kondisi, sehingga punya rasa percaya diri,” jelasnya.

Ke depan, Sukirman berharap STIBA Invada menjadi sebuah lembaga yang sangat potensial untuk mendidik calon ahli dalam bidang bahasa. “Mahasiswa yang ada di lingkungan kami terbekali skill bahasa yang tidak diragukan lagi. Untuk kegiatan pertama ini, mendapat respons positif diikuti sekitar 50 mahasiswa,” tambahnya. (swn/adv)