ASN Malas Tukin Dicabut, Pemdes Diminta Lebih Profesional Kelola Keuangan

PEMBINAAN ASN: Bupati Indramayu Drs H Supendi MSi memberikan pembinaan kepada para ASN se-Kecamatan Bongas, Selasa (12/3). FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU
PEMBINAAN ASN: Bupati Indramayu Drs H Supendi MSi memberikan pembinaan kepada para ASN se-Kecamatan Bongas, Selasa (12/3).FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Bupati Indramayu Drs H Supendi MSi memberi ancaman. Dia tak segan-segan akan mencabut tunjangan kinerja (tukin) Aparatur Sipil Negara (ASN) yang malas, indisipliner serta tidak melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan penuh tanggung jawab.

“ASN yang malas, apalagi pejabat yang kerjanya tidak disiplin, tukinnya bisa dicabut,” tegasnya saat memberikan pembinaan kepada para ASN se-Kecamatan Bongas, Selasa (12/3).

Menurut Supendi, tukin bertujuan untuk meningkatan kinerja para ASN. Namun dengan mekanisme berbasis kinerja, pegawai maupun pejabat yang hanya asal datang ke kantor atau malas-malasan, terancam tidak mendapatkan tunjangan tersebut.

Besaran tukin sendiri disesuaikan dengan kinerja yang dilakukan serta berdasar pada prinsip keadilan. “Artinya kalau staf ya tukinnya kecil, atasan nilainya besar.

Namanya pimpinan tanggung jawab dan risikonya juga besar. Pegawai yang tukinnya kecil jangan ngeluh, harus tetap semangat kerja,” jelasnya.

Di hadapan ratusan ASN di lingkungan Pemkab Indramayu, dia meminta dapat menjadi contoh yang baik dan memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat.

Demikian pula kepada para kuwu (kepala desa) dan pamong desa. Terlebih, saat ini pemerintah desa mendapatkan anggaran sangat besar dari dana desa (DD), bantuan provinsi maupun alokasi dana desa (ADD), terkecil senilai Rp1,4 miliar sedangkan terbesar mencapai Rp2,2 miliar.

Dengan anggaran sebesar itu maka dana yang digunakan harus bisa dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan sistem keuangan desa (Siskeudes).

Kepada aparatur pemdes, Supendi juga mengingatkan akan pentingnya pengelolaan manajemen desa harus benar-benar dilaksanakan secara maksimal. Pasalnya, saat ini desa menjadi tumpuan dari pembangunan yang berawal dari desa.

“Pemerintah desa di Kabupaten Indramayu mesti bisa lebih profesional dalam mengelola keuangan dan juga pelayanan publiknya. Karena semua potensi dan juga permasalahan kerap muncul di desa. Ketika mengelola keuangan dengan baik maka pelayanan publik pun harus juga baik,” tandasnya.

Sementara itu, Camat Bongas Iing Kuswara SSTP MSi menyebutkan, kegiatan pembinaan ASN diikuti sebanyak 560 peserta. Terdiri dari aparatur Pemerintah Kecamatan Bongas, UPTD/B, serta para pendidik yang tergabung dalam IGTKI serta Himpaudi. (kho)