Astaghfirullah, Pelajar SMA Bekap Bayi hingga Tewas

Hasil Hubungan Gelap, Sempat Mengaku Temukan Bayi di Pinggir Jalan

Petugas kamar jenazah RSUD '45 Kuningan menunjukkan bayi yang meninggal karena dibekap sepasang muda-mudi. Dua pelaku yang merupakan orang tua dari bayi itu kini ditahan di Mapolres Kuningan. FOTO:M TAUFIK/RADAR KUNINGAN
Petugas kamar jenazah RSUD '45 Kuningan menunjukkan bayi yang meninggal karena dibekap sepasang muda-mudi. Dua pelaku yang merupakan orang tua dari bayi itu kini ditahan di Mapolres Kuningan.FOTO:M TAUFIK/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN-Sepasang muda-mudi berstatus pelajar SMA di Kuningan kini berurusan dengan penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Kuningan. Keduanya yang berumur 17 tahun itu ditahan karena menghilangkan nyawa bayi mereka sendiri. Bayi berjenis kelamin perempuan itu dibekap hingga meninggal dunia.

Untuk menutupi aib mereka dan menghilangkan jejak kejahatan, pelaku laki-laki yang merupakan warga Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, itu  sempat membawa bayi ke rumahnya dengan modus menemukan bayi di pinggir jalan. Dia mengira bayi itu masih hidup. Tujuannya agar bayi diurus orang tuanya. Tapi sampai di rumah, orang tuanya terkejut karena bayi itu sudah tak bernyawa.

Kejadian memilukan tersebut terjadi pada Minggu dini hari (21/7) sekitar pukul 02.00 WIB. Bermula dari kabar menghebohkan adanya temuan bayi di pinggir jalan di Desa Gandasoli, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan. Penemuan bayi itu dilaporkan pemerintah Desa Gandasoli kepada Kapolsek Kramatmulya Iptu Junaedi.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti kapolsek dan tim penyidik dengan mendatangi lokasi, disusul Inafis Polres Kuningan untuk melakukan olah TKP. “Sekitar pukul 02.00 saya dapat laporan, kemudian langsung ke  lokasi bersama aparat desa dan juga orang yang pertama mengaku menemukan bayi malang tersebut. Namun saat olah TKP kami menemukan ada beberapa kejanggalan, dan menduga laporan temuan bayi tersebut hanyalah rekayasa,” kata Junaedi.

Beberapa kejanggalan tersebut, kata Junaedi, adalah dari keterangan penemu bayi yang tak sesuai dengan kondisi di lokasi kejadian. Di antaranya adanya temuan bercak darah di motor penemu bayi (pelaku laki-laki), sedangkan di lokasi temuan bayi kondisinya bersih. Tidak ada bekas darah sedikitpun.

“Penemu mengaku menemukan bayi dalam keadaan tergeletak begitu saja di pinggir jalan, lalu dibawa ke rumah dengan terlebih dahulu memasukkan bayi tersebut ke dalam kardus yang ditemukannya tak jauh dari lokasi bayi. Namun saat kami melihat kardus, kondisinya sudah berlumuran darah sisa persalinan, tapi di titik lokasi temuan bayi tidak ada darah sedikitpun. Justru di bodi motor ada terdapat bercak darah,” ungkap Junaedi.

Atas kejanggalan tersebut, petugas kemudian membawa penemu bayi itu ke Polsek Kramatmulya untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Sementara mayat bayi mungil itu dibawa petugas ke kamar jenazah RSUD ’45 Kuningan untuk otopsi. “Awalnya pelaku bersikukuh bayi tersebut hasil temuannya. Namun setelah diinterogasi lebih dalam, akhirnya pelaku mengaku bayi tersebut adalah anaknya, hasil hubungan gelap dengan pacarnya,” ujar Junaedi.

Dari keterangan tersebut, polisi kemudian mendatangi rumah pihak perempuan di Kecamatan Cigugur. Petugas pun memeriksa kamar si perempuan. Hasilnya ternyata benar, ditemukan ada bekas-bekas persalinan. Terkuak bahwa persalinan tersebut dilakukan di rumah pelaku perempuan. Pelaku laki-laki diduga membekap bayi sesaat setelah dilahirkan. Upaya itu dilakukan agar bayi tak mengeluarkan suara. Cara itulah yang membuat sang bayi meninggal dunia.

“Pasangan muda-mudi itu pun kami bawa ke Polres Kuningan untuk menjalani pemeriksaan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Beberapa barang seperti kardus, kain, pakaian dan barang yang digunakan untuk persalinan sudah diamankan sebagai barang bukti. Kasusnya ditangani Unit PPA Polres Kuningan,” papar Junaedi. (fik)