Asyik, Bakal Dibangun Skywalk di Sukalila

ILUSTRASI

CIREBON-Warga Kota Cirebon khususnya yang tinggal Pagongan Selatan mendukung adaya opsi penataan pedagang kaki lima Sukalila dengan konsep skywalk. Opsi itu ada konsekuensinya. Apabila skywalk diwujudkan, seluruh pedagang kaki lima harus bisa naik ke atas.

Camat Pekalipan, Edi Siswoyo, mendukung langkah penataan. Karena dari RT, RW, kelurahan dan kecamatan sudah menyuarakan suara bulat. “Itu kan sudah lama di situ (PKL, red). Dan ini banyak dari luar kota semua. Bahkan sebagian jadi rumah tinggal. Bisa tidur di situ,” ujar Edi.

Menurutnya, adanya wacana skywalk dicetuskan Pj Walikota Dedi Taufik. Konsep ini memang ada dampak negatif dan positifnya. Pedagang juga diharapkan tidak turun lagi ke bawah nantinya. “Jangan sampai seperti di Bima, dikasih selter keluar lagi,” ucapnya.

Tentu saja, hal yang perlu dilakukan adalah pendataan pedagang. Dan untuk penempatannya, hendaknya juga konsekuen. Dia berharap pedagang di sisi kiri dan kanan Sungai Sukalila nantinya bisa naik ke atas. Sehingga sungai bisa terlihat dan difungsikan sebagai kawasan hijau. Seperti yang diinginkan masyarakat setempat. “Ini juga yang harus ada daya tarik. Kalau tidak ada daya tarik ngapain orang naik ke atas. Kuncinya dibikin naik ke atas, ada tidak daya tariknya. Ini supaya ada orang naik ke atas,” jelasnya.

Bisa saja daya tariknya, misalnya untuk swafoto (selfie), itu daya tarik agar pengujung bisa nongkrong. Sehingga jika ada daya tarik, tidak disuruhpun secara otomatis orang naik ke atas. “Saya rasa ini yang harus dipikirkan. Apa daya tariknya. Sebetulnya kalau dibuat skywalk itu juga sangat bagus, di sana view-nya sampai ke laut,” jelasnya.

Pasca adanya kebakaran lapak Sukalila, warga sudah membuat surat ke kecamatan dan instansi supaya area itu bersih tidak ada pedagang. Hanya saja, respons dari instansi lain terlambat. Sehingga ketika ada rencana pembangunan pot, di situ sudah ada pembangunan lapak kembali.

Ketua RW 03 Pagongan Kaelani, berharap agar kawasan bantaran Sungai Sukalila dapat difungsikan kembali sebagai mana mestinya. Apalagi dalam peraturan, sebetulnya bantaran sungai terlarang untuk ditempati lapak PKL. Yang dikhawatirkan warga ialah semakin hari kios PKL semakin menjamur dan merambah ke lokasi sungai. Sehingga mengganggu batasan sungai dengan badan trotoar jalan. “Ini menambah risiko banjir. Sampah dari pedagang dibuang ke kali. Kami berharap ada keinginan pemerintah bisa melakukan penataan dan penertiban kawasan PKL Sukalila,” harapnya. (jml)