Atlet dan Pelatih Muaythai Kota Cirebon Masuk Skuad Babak Kualifikasi PON

muaythai
LATIHAN KERAS: Ketua Umum MI Kota Cirebon Rafo Vender Latupeirissa (kanan) menangani sendiriprogram latihan atlet-atletnya saat persiapan Porda Jawa Barat XIII/2018 lalu. FOTO: TATAN G RUSMANTA /RADAR CIREBON

CIREBON – Tiga petarung dan satu pelatih muaythai Kota Cirebon dipastikan bergabung dengan tim proyeksi Babak Kualifikasi (BK) PON XX/2020. Itu setelah Muaythai Indonesia (MI) Jawa Barat merilis 21 nama atlet terbaik mereka yang akan dipersiapan dalam pemusatan latihan daerah (pelatda), mulai Oktober 2019 mendatang.

Ketiga atlet yang dipanggil MI Jawa Barat adalah Sean Cristianto Rutciandi, Emilia Dewi Pratiwi dan Jessica Audrey. Emilia Dewi dan Jessica merupakan peraih medali emas pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII/2018. Sementara Sean meraih medali perak pada ajang serupa di Kabupaten Bogor, Oktober tahun lalu.

Selain Sean dan kawan-kawan, Ketua Umum MI Kota Cirebon, Rafo Vender Latupeirissa juga dipanggil MI Jawa Barat. Rafo mengisi slot pelatih bersama dua pelatih lainnya yaitu Ardiyanto (Kota Bekasi) dan Dhika Krisnata (Kabupaten Subang). “Ini kesempatan emas. Saya bersama para atlet akan berusaha yang terbaik,” kata Rafo, kemarin (11/6).

PON 2020 akan digelar di Papua. Untuk pertamakalinya cabang olahraga bela diri asli Thailand itu akan dipertandingkan secara resmi. Sebelumnya, pada PON XIX/2016 di Jawa Barat, muaythai baru masuk sebagai cabang olahraga eksebisi. Sean salah satu atlet yang diturunkan MI Jawa Barat pada pertandingan eksebisi tiga tahun lalu dan berhasil meraih medali emas.

Berbeda dari pertandingan di Kota Bandung tiga tahun silam, pada PON tahun depan, persaingan akan semakin ketat. Bahkan, perjuangan akan dimulai lebih awal. Para petarung terbaik Jawa Barat harus berhasil melewati babak kualifikasi (BK) sebelum babak utama.

Menurut Rafo, BK PON akan digelar pada Desember mendatang. Sementara itu, camp latihan muyathai Jawa Barat baru akan dibuka mulai Oktober. “Persiapannya bisa dibilang cukup mepet. Makanya, khusus untuk Kota Cirebon, dalam waktu dekat kita akan berusaha sebisa mungkin untuk mulai program latihan menuju pelatda,” tutur Rafo. (ttr)

Berita Terkait