Aurel Hermansyah Mengakui Kerap Emosian Bawa Mobil

Aurel Hermansyah mengakui kerap emosian saat mengemudikan kendaraan roda empat miliknya. Alhasil dia sering mengalami tabrakan.

Kini dia memiliki mobil baru. Pemberian ayah dan ibunya, Anang Hermansyah dan Ashanty sebagai kado ulang tahun yang ke-21. Aurel pun berjanji akan mengontrol emosi memiliki mobil sedan mewah seharga Rp700 jutaan itu.

“Aku tuh nggak pernah nggak nabrak, setiap pulang pasti mobil itu penyok atau baret. Itu pasti. Aku sudah berjanji harus bisa bawa mobil karena aku parah banget. Karena aku tuh kalau bawa suka bengong jadi suka nabrak. Aku tuh kalau bawa mobil pandangan aku kosong jadi selalu nabrak. Jadi sekarang harus bisa, sudah 21 juga kan,” kata Aurel di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, kemarin (19/7).

Aurel bertekad mahir mengendari mobil. Karena sebelumnya dia sempat trauma sebab sering mengalami kecelakaan ketika mengendarai mobil sendiri. “Setahun ada kali aku nggak bawa mobil karena trauma kan. Kayak ke mal hanya 20 menit bisa 1 jam itu kan parah, jadi aku sudah lah capek aku nggak mau bawa mobil lagi. Tiba-tiba dapat mobil jadi baru sekarang ini baru mau bawa mobil lagi,” ucap dia.

Ashanty berharap Aurel bisa jago mengendari mobil sehingga tabrakan bisa terhindar. Untuk mobil baru itu, Ashanty memakai asuransi yang luar biasa. Karena jaga-jaga jika terjadi kemungkinan buruk bisa dicover asuransi semuanya.

“Iya dulu usia 17 tahun kita beliin mobil nabrak mulu jadi nanti dulu deh beliin mobilnya lagi. Sekarang dibeliin lagi karena kasihan. Kalau mobil lagi dipakai kita nyuruh dia naik kendaraan online. Dan dia tidak pernah protes. Nah, yang sekarang ini asuransinya bukan orisinil lagi ya harus yang benar-benar luar biasa gitu,” ungkap Ashanty.

Ashanty mengingatkan Aurel. Jika sudah mahir mengemudi mobil yang biasa, baru kemudian dia mengizinkan Aurel menggunakan mobil seharga Rp700 juta. “Tapi aku bilang sama dia belajar bawa mobil yang biasa saja dulu yang sekarang ada, setiap hari kamu belajar dulu. Lagi juga mobil kan baru sebulan. Kalau nabrak kita nggak terlalu sedih juga, terus ditemanin juga. Setiap hari dibawa dulu. Tiga bulan dia lancar baru bawa. Karena kalau nggak, aduh baret-baret atau apa stres juga. Aku sudah bilang, ‘kak, jangan ya ini bunda sudah perjuangan banget jangan sampai kamu kenapa-kenapa’,” pungkas Ashanty.(din/fin)