Awalnya Penasaran, Dimakan, Rasanya seperti Kacang, Tiga Anak Keracunanan Biji Jarak

Muhammad Arajak, salah satu korban keracunan biji jarak, menjalani rawat inap di RSUD Arjawinangun. FOTO:CECEP NACEPI/RADAR CIREBON
Muhammad Arajak, salah satu korban keracunan biji jarak, menjalani rawat inap di RSUD Arjawinangun.FOTO:CECEP NACEPI/RADAR CIREBON

CIREBON-Tiga bocah asal Desa Panguragan Wetan, Kecamatan Panguragan, keracunan biji jarak. Satu anak bernama Muhammad Arajak (9) hingga kemarin masih menjalani perawatan medis di RSUD Arjawinangun sampai dengan saat ini. Sedangkan dua anak lainnya, Rizki Nur Aska (10) dan Exel Alfaro (7), menjalani rawat jalan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Cirebon, keracunan yang menimpa tiga anak itu berawal saat mereka sedang bermain dagangan di rumah Exel pada Rabu siang (22/8) sekitar pukul 13.30 WIB. Tak jauh dari tempat mereka bermain, ada pohon jarak. Bijinya pun diambil. Nah, biji jarak yang berbentuk seperti kacang membuat mereka penasaran ingin memakannya.

“Kaya kacang sih. Setelah dibuka terus dimakan bijinya. Ternyata enak, jadi pada ikutan. Arajak sekarang masih di rumah sakit. Dia biji yang dimakan itu dibakar dulu. Kalau saya masi mentah, jadi gak apa-apa,” tutur salah satu korban, Rizki Nur Aska saat ditemui Radar Cirebon.

Usai menyantap biji jarak, lanjut Rizki, belum ada tanda-tanda mengalami keracunan. Hingga pada sore harinya saat berangkat madrasah, dia pun merasa mual hingga muntah sampai berkali-kali. Rizki pun izin pulang untuk beristirahat. Melihat kondisinya yang makin memburuk, pihak keluarga langsung membawanya ke dokter untuk berobat.

“Sore itu muntah terus anaknya, makanya kita bawa ke dokter praktik, kemudian dirujuk ke RSUD Arjawinangun. Sampai sana kata dokter keracunan makanan, bilangnya tidak apa-apa dan diberi obat saja. Tapi kalau Arajak masih dirawat di RSUD Arjawinangun,” kata Satini (70) nenek korban Rizki.

Satini mengaku, usai kejadian keracunan itu pihaknya langsung menebang tanaman jarak tersebut dan membuangnya ke sungai. Penebangan itu dilakukan agar tidak ada lagi yang memakan bijinya. “Tanamanya sudah dibuang jauh-jauh,” ucap Satini yang ditemui saat menemani Rizki.

Terpisah, Kapolsek Panguragan AKP Yanto membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan ada tiga anak yang mengalami keracunan karena memakakan biji jarak yang sudah dibakar. “Rizki dan Exel dipastikan sembuh, dapat bermain seperti sedia kala. Sedangkan Muhammad Arajak masih menjalani perawatan medis di RSUD Arjawinangun. Menunggu badannya fit terlebih dahulu, baru bisa pulang. Tapi dipastikan oleh dokternya racun dalam tubuhnya sudah keluar,” kata kapolsek.

Masih menurut kapolsek, kejadian tersebut karena anak lepas dari pengawasan orang tua. “Sehingga ketika anak memakan biji tumbuhan yang berbahaya bagi kesehatan, tidak ada yang tahu. Atas kejadian ini, kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak lepas mengawasi anak saat bermain,” pesan kapolsek. (cep)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait