Balada dan Cita-cita Anak Panti, Lupakan Masa Lalu, Tatap Masa Depan

Anak-anak penghuni LKSA (panti asuhan) di Jl Swasembada, Gg Swadaya, Majasem, Kelurahan Karyamuly, Kota Cirebon. FOTO: KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON
Anak-anak penghuni LKSA (panti asuhan) di Jl Swasembada, Gg Swadaya, Majasem, Kelurahan Karyamuly, Kota Cirebon.FOTO: KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON

Diakui Kenanga, dirinya sempat canggung saat kali pertama menjalani hari bersama teman dan keluarga barunya itu. Dia harus menjalani kebiasaan yang 180 derata berbeda saat masih tinggal di rumah. Misalnya setiap pagi, Kenanga harus bangun pukul 04.00. Selain itu, dalam setiap kegiatan dia juga selalu diawasi oleh para ayah dan bunda (sebutan untuk pengasuh).

Namun hal tersebut bukan merupakan halangan bagi bocah yang bercita-cita menjadi polwan ini. “Kalau kangen sih iya. Tapi saya kan tidak mau keinget-inget yang lalu-lalu. Pengennya melihat ke depan saja” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Lain dengan Budi, juga bukan nama sebenarnya. Sejak kecil, dia sudah ditinggal orang tuanya. Entah ke mana. Budi sebelumnya tinggal bersama neneknya yang sudah sangat renta. Di sebuah rumah yang hampir ambruk, Budi menjalani hari hanya bermain main sepanjang hari.

Sudah dua tahun tidak bersekolah. Baru saat dia dibawa ke LKSA, Budi kembali merasakan belajar di sekolah. Meski dia harus mengulang kelas. “Di sekolahan juga enak. Temanya baik-baik,” ujar bocah yang bercita cita menjadi polisi tersebut.

Ketua Forum Komunikasi Organisasi Sosial (FK ORSOS) Iwan Supriwanto mencatat, dari 23 jumlah Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA)  atau panti asuhan yang tersebar di seluruh Kota Cirebon, terdapat 14 lembaga sosial atau panti asuhan yang terakreditasi Balai Akreditasi Nasional Kementerian Sosial.

Halaman: 1 2 3