Balada dan Cita-cita Anak Panti, Lupakan Masa Lalu, Tatap Masa Depan

Anak-anak penghuni LKSA (panti asuhan) di Jl Swasembada, Gg Swadaya, Majasem, Kelurahan Karyamuly, Kota Cirebon. FOTO: KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON
Anak-anak penghuni LKSA (panti asuhan) di Jl Swasembada, Gg Swadaya, Majasem, Kelurahan Karyamuly, Kota Cirebon.FOTO: KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON

Sementara itu, sedikitnya ada 1.300 anak  yang berhadapan dengan masalah sosial diwadahi oleh pihaknya melalui LKSA. Ada banyak latar belakang yang menyebabkan mereka harus ditampung di panti. “Menjadi tugas semua pihak untuk merawat anak bangsa. Anak-anak yang di panti ini kita perhatikan semuanya. Pendidikannya, kesehatannya, keperluan logistik dan sebagainya. Karena kita sendiri kan tidak ada yang tahu ke depan mereka akan menjadi apa,” beber Iwan.

Maka dari itu, Iwan berharap kepada pemerintah mengalokasikan anggaran khusus untuk kebutuhan anak-anak yang berada di LKSA. Selama ini, pihaknya mesti mengajukan dana hibah bantuan sosial (bansos) terlebuh dahulu untuk memenuhi untuk kebutuhan panti asuhan. Sementara kebutuhan di panti kebanyakan masih mengandalkan dan pribadi.

“Sementara dalam permensos ada alokasi khusus yang dianggarkan pemerintah daerah untuk anak anak panti. Kami menggugah kepada pemerintah untuk bersama sama memberikan satu ruang, bagaimana supaya ada alokasi khusus dari APBD untuk disalurkan kepada anak-anak panti,” harapnya. (awr)

Halaman: 1 2 3