Bandara Kertajati Berangkatkan 17 Kloter Calon Jamaah Haji

Bandara Kertajati Majalengka (BIJB). FOTO: RADARCIREBON.COM
Bandara Kertajati Majalengka (BIJB).FOTO: RADARCIREBON.COM

BANDUNG – Rencana memberangkatkan para calon haji (calhaj) asal Ciayumajakuning melalui Bandara Kertajati terus dimatangkan. Kemarin, rapat Pemprov Jawa Barat dengan Kementerian Agama (Kemenag) memutuskan ada 17 kelompok terbang (kloter) yang akan terbang dari Kertajati.

“Untuk skema jumlah per kloter, apakah menggunakan 393 atau 410, tergantung maskapai penerbangannya,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat Drs H A Buchori MM saat rapat di Ballroom Hotel Aryaduta, Bandung, Selasa (14/5).

Buchori menuturkan, 17 kloter calon jamaah haji itu berasal dari wilayah Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Indramayu. “Kita menerapkan sistem zonasi,” tuturnya.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada para kepala Kemenag 5 kabupaten/kota tersebut untuk segera menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan. Terutama mengingatkan kepada sanak famili calon jamaah yang hendak mengantar untuk tidak dilakukan secara berlebihan.

“Ini penting, demi menjaga kelancaran dan keteguhan calon jamaah. Apalagi, daya tampung parkir bandara dan embarkasi perlu diperhatikan,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Sekda Jawa Barat Iwa Karniwa kembali mengatakan bahwa opsi tempat untuk dijadikan asrama sementara kemuningkinan besar jatuh pada The Radiant Hotel di wilayah Beber, Kabupaten Cirebon. Hal ini, sambung sekda, juga terungkap saat pihak Bandara Kertajati memaparkan kesiapan bandara sekaligus sarana pendukungnya. “Lokasinya diarahkan pada tempat yang tidak jauh dari bandara,” ucap sekda.

Ia berharap dengan persiapan yang terus dilakukan antara Pemprov Jawa Barat dan Kementerian Agama, baik pusat maupun daerah, cita-cita memberangkatkan calhaj dari Bandara Kertajati bisa terwujud dan berjalan dengan lancar. “Makanya, kita rapat untuk menghadirkan solusi apabila ada hambatan,” katanya.

Terkait tambahan pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji yang diakibatkan oleh pemindahan embarkasi dan segala faktor di dalamnya, sekda mengatakan Pemprov Jawa Barat menjamin tidak akan membebankan kepada jamaah. “Selisih pembiayaan ditanggung oleh kami, yang penting para calon jamaah haji terlayani dengan baik,” tegasnya.

Sementara mengenai maskapai penerbangan yang akan menerbangkan para calhaj, Direktur Jenderal Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI, Prof DR Nizar MAg mengatakan harus mendaftarkan dulu slot time atau jadwal keberangkatan dan kedatangan pesawat. Hal ini mengingat slot time BIJB Kertajati belum terdaftar di Arab Saudi.

“Makanya nanti dalam rapat Kamis (16/5) mendatang akan dibahas pula soal ini. Pasalnya untuk mendaftarkan slot time butuh waktu,” ujarnya dalam rapat tersebut yang didampingi Direktur Bina Haji Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Khoirizi.

Direncanakan, hari Kamis (16/5) di Jakarta, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI bersama dengan Kementerian Perhubungan, pihak Garuda Indonesia dan Saudi Arabia Airlines akan menggelar rapat. Rapat itu, salah satunya membahas mekanisme penerbangan untuk mengangkut 17 kloter calhaj dari Kertajati. (jun)