Bangkai Ayam Bisa Sebarkan Penyakit, Dinkes Minta Warga Beberapa Desa Tak Gunakan Air Sungai Cimanis

MEMBUSUK: Sejumlah petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon mengecek lokasi ratusan ekor bangkai ayam yang ada di Sungai Cimanis, Desa Sigong. Dinkes meminta warga sekitar untuk sementara waktu tidak menggunakan air sungai tersebut karena dikhawatirkan sudah tercemar bakteri. FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON
MEMBUSUK: Sejumlah petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon mengecek lokasi ratusan ekor bangkai ayam yang ada di Sungai Cimanis, Desa Sigong. Dinkes meminta warga sekitar untuk sementara waktu tidak menggunakan air sungai tersebut karena dikhawatirkan sudah tercemar bakteri.FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON – Geger ratusan bangkai ayam yang dibuang ke Sungai Cimanis dan ditemukan tersangkut di wilayah Desa Sigong, Kecamatan Lemahabang, mengundang keprihatinan banyak pihak. Dinkes Kabupaten Cirebon pun langsung turun tangan.

Rabu (10/7) kemarin, sejumlah petugas dari Dinkes Kabupaten Cirebon didampingi puskesmas setempat datang langsung dan melihat kondisi ratusan bangkai ayam yang dibuang oleh oknum tak bertanggung jawab tersebut ke Sungai Cimanis.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, H Eni Suhaeni melalui Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan Dinkes Kabupaten Cirebon, Jajang Prihatna kepada Radar Cirebon mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi dan dinas lainnya terkait upaya penanganan bangkai ratusan ekor ayam yang ada di Sungai Cimanis, Desa Sigong.

MEMBUSUK: Sejumlah petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon mengecek lokasi ratusan ekor bangkai ayam yang ada di Sungai Cimanis, Desa Sigong. Dinkes meminta warga sekitar untuk sementara waktu tidak menggunakan air sungai tersebut karena dikhawatirkan sudah tercemar bakteri. FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON
MEMBUSUK: Sejumlah petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon mengecek lokasi ratusan ekor bangkai ayam yang ada di Sungai Cimanis, Desa Sigong. Dinkes meminta warga sekitar untuk sementara waktu tidak menggunakan air sungai tersebut karena dikhawatirkan sudah tercemar bakteri.
FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

“Kalau kita inikan ke penanganan dampak, paparan terhadap manusia, untuk penanganan langsung bangkainya tentu kita harus berkoordinasi dengan instansi lainnya, seperti DLH misalnya,” ujarnya.

Sambil menunggu proses penanganan lanjutan tersebut, dia pun akan segera menghubungi puskesmas di beberapa wilayah yang dilewati air Sungai Cimanis tersebut, agar sementara waktu tidak menggunakan ataupun memanfaatkan air Sungai Cimanis, karena dikhawatirkan sudah terpapar bakteri ataupun dampak lainnya dari bangkai ratusan ekor ayam tersebut.

“Dalam waktu dekat, kita akan ambil sample airnya, apakah sudah terkontaminasi bakteri atau belum. Ini kan airnya tidak mengalir.

Karena sedang kemarau, sehingga kita akan meminta puskesmas terdekat di sepanjang aliran Cimansi dari mulai Desa Sigong sampai dengan wilayah hilir untuk tidak menggunakan air sungai ini,” imbuhnya.

Hal tersebut dilakukan, menurut Jajang, untuk mencegah terjadinya persebaran penyakit yang mungkin disebabkan oleh keberadaan ratusan ekor bangkai ayam yang sudah dipastikan bukan milik warga sekitar.

“Banyak penyakit yang bisa muncul dari hal ini dari mulai diare, disentri, kolera dan sejumlah gangguan kesehatan lainnya.

Imbauan kami bagi siapapun, jangan buang bangkai binatang di sungai. Ini berbahaya karena bisa mencemari sungai dan dampak buruknya bisa ke persoalan kesehatan,” jelasnya.

Sementara itu, warga sekitar Watno, kepada Radar Cirebon mengungkapkan, bangkai-bangkai tersebut dipastikan bukan berasal atau milik dari warga Desa Sigong. Pasalnya, di sekitar wilayah tersebut tidak ada peternakan ayam.

“Ini bukan dari warga sini, bisa jadi terbawa arus atau dibuang di wilayah dekat sini oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Warga otomatis terganggu, karena baunya begitu busuk dan warga, jadi takut untuk memanfaatkan air sungai buat pertanian, karena khawatir sudah tercemar sungainya,” ungkapnya.

Dia pun berharap, segera ada tindak nyata dari pihak terkait, baik untuk persoalan pembersihan sungainya dan mencari siapa pelaku pembuangan bangkai ayam tersebut, agar kemudian ditegur dan diberikan peringatan serta sanksi agar ke depan tidak terjadi lagi.

“Harus dicari pelakunya. Ini bikin resah. Baunya tidak ilang-ilang. Apalagi air sungai sedang surut karena kemarau,” pungkasnya. (dri)