Bangun Etos Kerja Berbasis Spiritual, ASN Indramayu Terus Tingkatkan Kualitas Diri

GENJOT ETOS KERJA : Bupati Drs H Supendi MSi saat menghadiri pelatihan kepemimpinan dan pengembangan kepribadian bagi ASN Pemkab Indramayu(, 13/5). FOTO: UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU
GENJOT ETOS KERJA : Bupati Drs H Supendi MSi saat menghadiri pelatihan kepemimpinan dan pengembangan kepribadian bagi ASN Pemkab Indramayu(, 13/5).FOTO: UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Bulan Ramadan 1440 Hijriah dijadikan momentum bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk terus meningkatkan kualitas diri.

Sehingga, dalam melaksanakan organisasi pemerintahan, ASN Indramayu memiliki kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ) secara terintegrasi dan transendental.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu menggelar pelatihan kepemimpinan dan pengembangan kepribadian yang bekerjasama dengan Tim Emotional Spiritual Quetient (ESQ) Leadership Center bagi 3.648 ASN di lingkungan Pemkab Indramayu sejak tanggal 13-31 Mei 2019 di Islamic Center Syekh Abdul Manan Indramayu.

Bupati Indramayu, Drs H Supendi MSi mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan potensi dan kemampuan diri, termasuk kemampuan intelektual, emosional, dan kemampuan spiritual.

“Kebahagiaan adalah hal yang senantiasa dicari manusia sepanjang hidupnya. Apapun yang dilakukan seseorang, disadari ataupun tidak sesungguhnya selalu menuju pada satu muara yaitu kata bahagia,” kata Supendi.

Untuk dapat meraih kebahagiaan itu, lanjut Supendi, manusia memiliki modal materil (fisik), modal emosional, dan modal spiritual. Modal fisik (physical capital), lanjutnya, berupa potensi sumberdaya manusia.

Sedangkan, modal emosional (emotional capital) yaitu rasa kebersamaan dan keterikatan emosi, dan modal spiritual (spiritual capital) yaitu kemampuan mengenal diri sejati sebagai hamba Allah.

Untuk mengelola ke tiga modal tersebut, sambung Supendi, diperlukan tiga jenis kecerdasan yakni, kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual.

“ESQ training yang kita ikuti sekarang ini adalah training pengembangan kepribadian sekaligus training kepemimpinan dengan tujuan membentuk karakter tangguh dan memadukan konsep kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual secara terintegrasi dan ransendental,” tegasnya.

Lebih lanjut, dikatakan Supendi, training ini memberikan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.

Sehingga diharapkan, setelah mengikuti training ini, ASN Indramayu dapat menjadi pemimpin yang mampu mempraktekkan nilai tujuh budi utama yaitu jujur, tanggung jawab, visioner, disiplin, kerjasama, adil, dan peduli, sehingga lahirlah generasi milenial.

Supendi berharap, melalui training ESQ ini ASN diarahkan untuk dapat mencapai nilai-nilai dasar tersebut dan membantu membangkitkan kekuatan tersembunyi serta mengerahkan seluruh potensi dirinya untuk kehidupan dan pekerjaan yang lebih produktif, lebih aktif dan lebih berhasil.

“Training ini cocok untuk siapa saja termasuk ASN, dan peserta lain yang memiliki kepercayaan atau agama yang berbeda. Kegiatan ini tetap memiliki muara dan tujuan yang sama, yaitu peningkatan diri potensi, dan kemampuan kepemimpinan yang lebih berhasil,” katanya.

Sementara itu Asisten Ekonomi Pembagunan dan Kesejahteraan Rakyat, Maman Kostaman SH MM mengatakan, training ESQ untuk saat ini baru dilaksanakan bagi 3.648 ASN di lingkungan Pemkab Indramayu. Setiap hari ASN yang mengikuti training sebanyak 200 orang dengan jadwal yang telah ditentukan.

“Sesuai keinginan bupati, Insya Allah kita juga bisa buka untuk masyarakat umum terutama generasi milenial yang ingin mengembangkan kemampuan pribadinya,” tegas Maman. (oet)