Bangunan SDN 1 Kertasura Terbakar, Raport Murid dan Dokumen Penting Dilalap Api

Kondisi bangunan SDN 1 Kertasura hangus terbakar. Sejumlah dokumen, termasuk raport yang akan dibagikan ke siswa juga ikut terbakar. FOTO:IST/RADAR CIREBON
Kondisi bangunan SDN 1 Kertasura hangus terbakar. Sejumlah dokumen, termasuk raport yang akan dibagikan ke siswa juga ikut terbakar.FOTO:IST/RADAR CIREBON

CIREBON-Kobaran hebat terjadi di SD Negeri 1 Kertasura, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Jumat dini hari (24/5) sekitar pukul 02.15 WIB.  Akibatnya, semua berkas termasuk raport yang akan dibagikan ke para siswa juga ikut terbakar.

Kepala SDN Kertasura 1 Wastono mengatakan, pihaknya tidak tahu persis kapan terjadinya kebakaran. Namun, dari informasi yang beredar di masyarakat, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.15 WIB. Pihaknya yang mendapat kabar tersebut langsung ke lokasi untuk mengecek kebenarannya. Benar saja, api sudah melahap bangunan di SDN 1 Kertasura.

“Ada 4 lokal yang terbakar. Di antaranya tiga kelas dan satu ruang guru. Semua peralatan kantor ludes terbakar dan buku-buku juga raport yang dalam waktu dekat akan dibagikan kepada murid, juga ikut terbakar. Katanya penyebabnya dari korsleting listrik,” katanya.

Wastono mengaku, pihaknya juga belum bisa menaksir berapa kerugian akibat kejadian tersebut. Namun, pihaknya memastikan yang paling parah adalah ruang guru. “Banyak yang terbakar. Rinciannya kurang paham, berapa kerugiannya. Agar tidak terganggu nanti siswa belajarnya akan bergantian untuk sementara, di ruangan lainnya yang tidak terbakar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Tanggap Darurat Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon Eno Sujana mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan terjadi kebakaran sekitar pukul 02.20 WIB dari Pos Jaga Gunungjati, langsung saja pihaknya mengarahkan tiga mobil dari pos jaga Gunungjati, Sumber dan Weru agar api tidak merambat.

“Ada 4 lokal terbakar. Yang paling parah di ruang guru. Sedangkan 3 ruang kelas hanya bagian atap saja. Alhamdulilah, api berhasil dipadamkan dibantu oleh warga setempat dan jajaran Polsek Kapetakan. Sekitar pukul 04.00 WIB dipastikan padam,” jelasnya.

Dari keterangan beberapa saksi, Eno menduga api disebabkan dari korsleting listrik yang kemudian api begitu cepat menyambar bangunan SDN yang mudah terbakar. “Diduga karena korsleting listrik,” katanya.

Di tempat berbeda, Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Amin Wardia mengatakan, akibat kejadian itu, raport siswa banyak yang terbakar. Namun, pihaknya tidak mempermasalahkan, karena data raport saat ini sudah ada di aplikasi.

“Tidak masalah. Sudah 2 tahun sekarang rapot ada di aplikasi. Jadi, kita tinggal print dan dibagikan saja ke siswa. Tapi, bentuknya tidak seperti raport semula. Memang banyak dokumen lainnya juga yang terbakar. Jadi, dari kebakaran itu, kami mengalami kerugian sekitar Rp400 juta lebih,” terangnya.

Terkait dengan kerusakan bangunan dan beberapa fasilitas, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan perbaikan. “Untungnya para siswa akan libur karena libur semester. Kita segera melakukan perbaikan pada semua fasilitas yang terkena kebakaran,” ungkapnya. (cep/den)