Banyak Pemotor Jatuh, Warga Jl Evakuasi Rapikan Galian

Tumpukan material dan galian saluran air Jl Evakuasi dibiarkan tanpa ada pekerja, Minggu (30/12). FOTO:NOVRILA MAYANG P/RADAR CIREBON
Tumpukan material dan galian saluran air Jl Evakuasi dibiarkan tanpa ada pekerja, Minggu (30/12). FOTO:NOVRILA MAYANG P/RADAR CIREBON

CIREBON-Hari mulai gelap. Sejumlah warga nampak duduk-duduk di dekat proyek saluran air Jl Evakuasi. Mereka bukan pekerja dari kontraktor. Melainkan warga setempat. Salah satunya, Rosadi.

“Ini lagi istirahat. Habis beres-beres,” ujar Rosadi yang ditemui Radar Cirebon.

Sejak pagi, Rosadi dibantu beberapa pemilik usaha di sekitar galian dan warga setempat. Mereka merapihkan proyek saluran air yang kabarnya ditinggalkan pekerja. Di sekitar lokasi banyak material ditumpuk begitu saja. Ada culvert box. Tumpukan pasir, batu bata juga ubin trotoar. Kondisi jalanan tampak semerawut dan menyempit, khususnya dari arah jembatan Jl Kalitanjung sampai simpang Jl Sekar Kemuning.

Rosadi dan sejumlah warga lainnya mengeluhkan mangkirnya pekerja proyek saluran air di Jalan Evakuasi. Sejak Minggu pagi tak ada aktivitas pekerja. Sedangkan mayoritas warga yang memiliki usaha di sepanjang jalan itu, cukup terganggu.

Para pemilik usaha merasa akses jalannya terganggu. Pembeli jadi susah masuk. Dalam beberapa bulan terakhir, omzet mereka juga ikut rusak gara-gara pekerjaan yang tak jelas penyelesaiannya tersebut. “Tolong lah ini cepat diselesaikan. Kami yang punya usaha ini susah, orang beli susah,” ucapnya.

Selain mengganggu aktivitas warga sekitar, galian saluran air juga membahayakan pengendara. Baru-baru ini saja sudah tiga kali pemotor terjatuh. Untuk itu, ia berharap agar pemerintah maupun dinas terkait bisa menangani dan menyelesaikan proyek secepat mungkin.  Rosadi mewakili warga sekitar berharap agar pemerintah memperhatikan kepentingan masyarakat. Bisa bertindak tegas pada kontraktor. Juga lebih memperhatikan keselamatan pengguna jalan.

Pantauan Radar Cirebon hingga petang kemarin, tidak ada satu pun pekerja menampakan batang hidungnya. Sementara penerangan di Jl Evakuasi juga terbatas. Galian saluran air membuat jalan di depan RS Medimas menyempit.

Tidak ada pengaman maupun papan peringatan untuk pengendara. Tumpukan material juga dibiarkan berserakan begitu saja. Sementara kontraktor sejauh ini belum merespons permintaan konfirmasi dari koran ini. Juga Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) sebagai pemilik pekerjaan. (myg)