Banyak Pesanan, Pembuat Arang Kesulitan Cari Bahan Baku

PEMBUAT-ARANG
BANJIR ORDER: Sukatma tengah memenuhi pesanan yang meningkat drastis menjelang hari raya Idul Adha ini. Foto: Ono cahyono/Radar Majalengka

MAJALENGKA – Hari raya idul Adha menjadi berkah tersendiri bagi para penjual arang. Pasalnya, arang bekas kayu bakar dan batok kelapa ini mendadak menjadi kebutuhan menjelang momen hari raya kurban.

Saking banyaknya pesanan, sejumlah orang yang pembuat arang sampai pusing mencari bahan bakunya. Seperti yang terlihat di Blok Cimuncang Desa Sukawera, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka.

Mereka sedang berjibaku membuat arang untuk memenuhi pesanan. Bahkan harus rela bekerja siang dan malam demi memenuhi stok di tempat usahanya.

Sukatma misalnya, dirinya terinspirasi melihat banyaknya tumpukan batok kelapa di sejumlah pasar tradisional yang dibuang begitu saja oleh para pedagang kelapa.

“Bagi saya ada nilai bisnis. Maka batok kelapa tersebut dikumpulkan lalu dibakar untuk dijadikan arang dan dijual kepada para pedagang sate. Umumnya masyarakat yang akan membeli itu untuk keperluan nyate setelah mendapatkan daging kurban,” katanya, Selasa (6/8).

Usaha yang awalnya coba-coba tersebut akhirnya disambut positif oleh para pedang sate. Tidak sedikit dari mereka yang menjadi langganan tetapnya. Sehingga kini menjadi usaha tetapnya.

“Daripada harus bekerja jadi kuli bangunan lebih baik menjadi tukang pembuat arang batok kelapa saja yang penting bisa untuk mencukupi kebutuhan sehari hari,” ujarnya.

Dalam membuat arang dari bahan batok kelapa adalah kerjaan yang ringan, namun membutuhkan ketekunan. Pasalnya bekerja di pembakaran ini tentunya tidak semudah yang dilihat.

Walau bersifat hanya membakar batok kelapa, kalau tidak dikawal maka tidak akan menjadi arang. Karena akan menjadi abu yang akhirnya malah rugi.

Untuk satu karung batok kelapa dijual dengan harga Rp 50 ribu di tempat pembakaran. Tetapi jika diantar maka dikenakan ongkos kirim.

Dari hari biasanya, sejak pagi dia selalu menjual sebanyak empat karung. Namun jelang hari raya kurban ini penjualannya meningkat dua kali lipat.

Salah seorang pembeli arang Warma mengatakan, dirinya sudah menjadi langganan tetap sejak enam bulan yang lalu. Dia membeli arang untuk kebutuhan usahanya membuka warung sate. “Di samping arangnya bagus harganya pun relatif murah,” tandasnya. (ono)