Banyak Proyek Krusial, Bagaimana Status Plt DPUPR?

ilustrasi

CIREBON-Mutasi yang digelar Walikota Cirebon Drs H Nashrudin Azis SH menimbulkan kekosongan jabatan eselon II di sejumlah instansi. Memang kekosongan ini disengaja, karena untuk menjabatnya harus dilakukan open bidding terlebih dahulu.

Permasalahannya, instansi yang dikosongkan pejabatnya paling tidak satu bulan ini kebanyakan punya peran krusial. Misalnya Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR). Meski kekosongan berlangsung singkat, tapi instansi ini sedang mengawal proyek revitalisasi Alun-alun Kejaksan.

Proyek ini vital lantaran harus selesai tahun ini juga. Dan sudah pasti DPUPR butuh pejabat definitif.  Drs H Agus Mulyadi MSi yang semula mengemban tugas sebagai pelaksana tugas (plt) kini sudah menerima surat keputusan (SK) sebagai kepala Badan Keuangan Daerah (BKD).

Gus Mul –sapaan akrabnya- belum bisa memastikan apakah posisi plt DPUPR masih melekat atau tidak.  “Yang pasti setelah menerima SK and dilantik berarti saya sudah bukan asda (asisten daerah). Seharusnya sih plt DPUPR juga sudah lepas,” katanya.

Ia pun masih menunggu kepastian terkait statusnya sebagai plt. Bisa saja walikota menetapkannya kembali sebagai plt, atau memilih kandidat lainnya. Sementara, pada jabatan barunya, Gus Mul akan menggali lagi potensi pajak-pajak daerah demi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Untuk biaya dan belanja tetap di perangkat daerah sesuai dengan urusan dan kebutuhannya harus ditetapkan.

Diuraikannya, yang paling dekat adalah pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) perubahan dengan legislatif. Karena ini masa transisi, dirinya tetap akan berkoordinasi pendahulunya di BKD, H Sukirman SE MM. “Ada masa peralihan atau transisi selama tujuh hari, makanya sambil berjalan saja. Dan saya juga menyelesaikan tugas sebenarnya sebagai asda,” imbuhnya.

Di internal DPUPR, ruang promosi juga bergerak. Wadi SE yang sebelumnya kepala Seksi Infrastruktur Permukiman dan Persampahan DPUPR menjadi kepala Bidang Bina Marga. Yang tidak asing lainnya adalah Pungky Hertanto ST. Dia dipromosikan menjadi Kepala Bidang Cipta Karya, meninggalkan posisi lamanya sebagai Kasi PBL Gedung dan Bangunan. “Cuma pindah meja saja, dengan tugas lebih luas dan berat. Mohon doa restunya,” ucapnya. (gus)