Baru Dilantik, DPRD Kuningan Langsung Didemo

Unjuk-Rasa-di-DPRD
Puluhan aktivis mahasiswa Kuningan berunjuk rasa di depan gedung DPRD diterima dua pimpinan sementara DPRD, Nuzul Rachdy dan Asril Rusli, Senin (9/9). FOTO: MUMUH MUHYIDDIN/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN – Puluhan aktivis mahasiswa Kabupaten Kuningan berunjuk rasa di depan gedung DPRD, Senin (9/9). Aksi tersebut bertepatan setelah dilantiknya 50 anggota DPRD Kabupaten Kuningan periode 2019-2024.

Mereka menuntut agar anggota dewan yang baru dilantik dapat memegang amanah dengan baik. Terutama dituntut untuk tidak melakukan KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme).

Para mahasiswa langsung ditemui dua pimpinan dewan sementara, Nuzul Rachdy dan Asril Rusli Muhammad. Keduanya berjanji siap menjalankan tuntutan tersebut, karena sesuai juga dengan sumpah dan janji yang baru saja diucapkan. Nuzul pun bersedia menandatangani surat pernyataan yang disodorkan mahasiswa, yakni kesediaan menjalankan 7 tuntutan.

“Kami siap menjalankan amanah sebagaimana yang diharapkan teman-teman mahasiswa. Ini selaras dengan yang baru saja kami ucapkan dalam sumpah dan janji kami dalam pelantikan tadi (kemarin, red),” tegas Nuzul.

Mahasiswa juga menuntut agar seluruh anggota dewan sadar diri, mengingat anggota dewan yang terhormat merupakan orang yang menjadi tumpuan harapan rakyat. “Banyak cita-cita serta harapan perubahan nasib rakyat diamanahkan kepada mereka, semua keluh kesah masyarakat mereka dengarkan dengan khidmat saat masa kampanye,” kata Ketua PC IMM Kuningan, Mohammad Agung Tri Sutrisno.

Pada unjuk rasa kali ini diwarnai aksi tutup mulut dari berjalan mundur di depan gedung DPRD yang dilakukan oleh para mahasiswa. Itu merupakan simbol para mahasiswa yang merasa jenuh sering menyuarakan aspirasi kepada para wakil rakyat tapi diabaikan dan didiamkan.

Agung menyebutkan, dengan aksi tutup mulut dan berjalan mundur ini menuntut para anggota dewan untuk lebih peka terhadap permasalahan rakyat. Bukan hanya manis ketika masa kampanye saja, tapi harus merealisasikan pula janji setelah resmi dilantik sebagai wakil rakyat dan memberikan respons cepat kepada masyarakat.

Menurutnya, fungsi legislatif sebagai kontrol terhadap kinerja eksekutif juga harus lebih hidup lagi, jangan sampai tugas mengontrol tersebut ditransaksionalkan. Para anggota dewan yang baru menjabat harus mampu memberikan warna cerah dalam 5 tahun ke depan. Karena wajah baru juga menjadi harapan untuk memperbaiki dosa-dosa anggota dewan di periode yang sebelumnya.

“Para mantan aktivis pergerakan juga jangan sampai terninabobokan oleh kursi jabatan. Ide dan gagasannya harus tetap hidup untuk membenahi sederet permasalahan. Ke depannya istilah wakil rakyat harus sesuai dengan esensinya, jangan sampai wakil rakyat hanya mewakili rakyat dalam menikmati fasilitas mewah serta kesejahteraan hidup saja,” sindir Agung. (muh)

Tuntutan Mahasiswa kepada Anggota DPRD Kuningan

  1. Mendesak legislatif untuk bersikap tegas kepada eksekutif yang bersikap lemah dalam pembangunan.
  2. Terbitkan peraturan tentang kesejahteraan tenaga pendidik
  3. Awasi BPJS sebagai fungsi jaminan kesehatan
  4. Tidak KKN dalam memimpin daerah
  5. Mampu melahirkan kebijakan daerah yang pro terhadap rakyat
  6. Bijak dalam setiap penganggaran agar tepat sasaran
  7. Menampung aspirasi mahasiswa dan masyarakat dalam setiap kebijakan

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait