Beberapa Jam Diguyur Hujan, Berubah Jadi Kubangan

JALAN-BALLAS-GRAHA
MIRIP KUBANGAN: Pemotor berusaha mempertahankan keseimbangannya ketika melintasi Jalan Ballas Graha, kemarin. FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU- Mirip kubangan sawah. Inilah yang terlihat di Jalan Ballas Graha, jalan poros yang letaknya di perbatasan antara Kecamatan Jatibarang dan Kecamatan Indramayu. Padahal hujan mengguyur belum lama.

Namun, karena kondisi jalan rusak dan berlubang, akhirnya air menggenang dimana-mana. Kondisi semakin parah karena tanah urugan yang sengaja digunakan untuk menambal jalan berlubang menjadi licin.

Dikatakan, Taryono (44) kerusakan jalan sudah terjadi lebih dari satu tahun. Kondisi, kata dia, harus segera disikapi oleh instansi terkait karena cukup membahayakan pengguna jalan.

“Sebenarnya dari tahun kemarinjuga sudah sangat parah kondisinya. Tapi makin kesini makin parah. Apalagi saat diguyur hujan seperti semalam, jalan makin licin,” ujarnya.

Jalan yang rusak, kata dia sepanjang 200 meter. Sebelumnya warga sempat melakukan pengurugan agar jalan lebih layak dilewati. Namun karena diurug dengan tanah, tanah itu akhirnya gembur dan licin saat terkena air hujan.

Karena kondisi itu tidak sedikit pemotor yang memilih memutar arah dan memilih jalan alternatif lain untuk menghindari jalan tersebut. Namun, ada juga warga yang nekat melintasi jalan tersebut.

“Ada yang memutar kendaraannya, karena licin sih, tapi lebih banyak warga yang tetap menggunakan Jalan Ballas ini. Ya gimanapun juga jalan ini jadi jalan utama warga kedua desa,” kata, Taryono.

Sementara, Lurah setempat Toto mengatakan Jalan Ballas Graha merupakan jalan poros dan merupakan jalan kabupaten. Pemerintah kedua desa, yakni Desa Lobener Lor dan Desa Telukagung tak dapat melakukan perbaikan jalan karena bukan merupakan kewenangannya. Untuk perbaikan jalan, sebelumnya warga kedua desa melakukan pengurugan jalan secara swadaya.

“Sebelumnya sudah secara swadaya dengan diurug lubang jalan.  Karena saat itu pas pengurugan musim kemarau, setiba musim hujan tanah urugan menjadi lumpur dan licin,” tuturnya.

Sebagai lurah, pihaknya berharap pemerintah bisa melakukan perbaikan jalan agar tak membahayakan pemotor. “Baru diguyur hujan beberapa jam saja sudah seperti ini. Terbayang jika hujan mulai rutin, wah bakal mirip kubangan kerbau, di tengah jalan,” tuturnya. (oni)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait