Beda Perlakuan Pemerintah Daerah Menangani Wilayah Perbatasan

ANDRI WIGUNA, Karangwareng

PENGHUBUNG: Jalan penghubung Kuningan-Cirebon via Sumurkondang masih berupa tanah dan batuan. Warga dan pemdes setempat meminta Pemkab Cirebon untuk segera membangun akses jalan penghubung yang lebih layak. FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON
PENGHUBUNG: Jalan penghubung Kuningan-Cirebon via Sumurkondang masih berupa tanah dan batuan. Warga dan pemdes setempat meminta Pemkab Cirebon untuk segera membangun akses jalan penghubung yang lebih layak.FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

Salah satu pintu masuk dan penghubung wilayah Kabupaten Cirebon dan Kuningan yang ada di Kecamatan Karangwareng, sangat memprihatinkan.

Padahal, di sisi wilayah Kuningan atau tepatnya di Desa Cihirup, Kecamatan Ciawigebang, jalan yang menuju arah Desa Sumurkondang sudah bagus dan dihotmix.

KUWU Desa Sumurkondang, Heriyanto SE kepada Radar Cirebon mengatakan, setidaknya ada tiga sampai empat kilometer jalan penghubung Cirebon-Kuningan via Sumurkondang masih berupa bebatuan.

Padahal menurutnya, jalan tersebut digunakan setiap harinya oleh warga untuk melintasi Cirebon-Kuningan.

Kan banyak juga warga sini yang punya keluarga di sana. Jadi, tiap hari itu banyak yang lewat. Termasuk yang mau kerja di hutan.

Cuma kendalanya itu jalan yang ada di sisi Cirebon atau yang masuk ke Desa Sumurkondang, masih berupa tanah dan batuan. Sementara di sisi Kuningan sudah mulus,” ujarnya, kemarin (27/6).

Jalan tersebut menurut Heri, pernah diperbaiki sewaktu ada program ABRI Masuk Desa bertahun-tahu yang lalu. Namun, saat itu hanya pembukaan jalur dan pelebaran jalan dengan pengerasan jalan tanpa diaspal.

“Wilayah kita ini kan penghubung, titik masuk utama juga. Warga Kuningan banyak yang lewat sini setiap hari. Harusnya tidak boleh kalah dengan Kuningan. Di sana hotmix, di wilayah kita juga harus hotmix. Atau syukur-syukur lebih bagus,” imbuhnya.

Jika terpasang menurut Heri, jalan tersebut akan sangat membantu warga sekitar. Akan mengangkat perekonomian dan yang terpenting akan meringankan medan berat yang dilalui warga dua desa yang terpisah bukit hutan jati.

“Kami mendesak Pemkab Cirebon untuk merealisasikan jalan ini. Bukan hal yang mustahil kok. Ini juga sekaligus sebagai bukti keberpihakan Pemkab Cirebon kepada wilayah dan desa perbatasan. Harapan kami, bisa segera terealisasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Karnadi salah satu warga Desa Sumurkondang saat ditemui Radar Cirebon menuturkan, jika musim kemarau jalan tersebut lebih mudah dilalui, meskipun jalanan sedikit berdebu.

Namun masalahnya, jika di musim hujan jalan tersebut akan licin dan menjadi sulit dilalui. Sehingga, menyulitkan warga yang hendak ataupun pulang dari Kuningan.

“Kalau dibangun itu bagus sekali. Apalagi kalau nanti sudah ada embung, bisa buat jalan ke lokasi wisata. Tapi utamanya untuk penghubung dari Cirebon ke Kuningan,” ungkapnya. (*)