Begini di Balik Viral Mural Jalan di Gang III Pulobaru Utara

Mural menyerupai sungai menjadi pemandangan menarik di jalan Gang III Pulobaru Utara, Selasa (9/7). FOTO:NOVRILA MAYANG/RADAR CIREBON
Mural menyerupai sungai menjadi pemandangan menarik di jalan Gang III Pulobaru Utara, Selasa (9/7).FOTO:NOVRILA MAYANG/RADAR CIREBON

CIREBON-Gang III Pulobaru Utara RT 03 RW 06 Kelurahan Pulasaren, Kecamatan Pekalipan, baru-baru ini tengah viral. Gang sempit disulap menjadi lebih indah. Siapa di balik pembuatan mural tersebut?

Siang hari, suasana di Gang III Pulobaru Utara ramai dengan anak bermain. Di malam hari beda lagi. Sudah beberapa hari terakhir sekumpulan pemuda berjibaku dengan cat dan kuas. Rupanya mereka tengah menyelesaikan pekerjaan yang sudah viral di media sosial. Salah satu yang mempeloporinya ialah Agus Rahmanto. Ide yang muncul dari obrolan sambil ngopi itu, kemudian ditularkannya ke pemuda lainnya. Ternyata semua merespons. Bahu-membahu.

Kegiatan ini juga menjadi titik tolak gerakan pemuda. Sebab, di wilayahnya beberapa tahun terakhir kegiatan pemuda vakum. Padahal dulunya, kawasan ini kerap mendapat beragam penghargaan. Termasuk menjadi RW percontohan. “Kelompok pemuda di sini sebetulnya kompak. Warga di sini guyub. Tinggal bagaimana kita mengarahkan,” ujarnya yang ditemui di kediamannya.

Aksi tersebut diakui dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI Agustus mendatang. Meski tak ada penyokong dana dalam pembuatan mural lukisan jalan itu, masyarakat tidak keberatan untuk patungan. Kurang lebih sekitar Rp1,6 juta digelontorkan hanya untuk pembelian catnya saja, belum dengan memberi sekedar kopi maupun makanan ringan bagi pemuda-pemuda yang terlibat.

“Yang menarik ini semua kami pakai dana swadaya masyarakat. Warga di sini yang depan jalannya sedang dicat itu juga inisiatif untuk memberi minuman atau makanan untuk kami-kami pemuda yang tengah sibuk mengecat bersama,” paparnya.

Proses pembuatannya dilakukan malam hari. Mengingat kesibukan masing-masing pemuda di siang hari baik bekerja maupun lainnya. Kemudian, di siang hari jalanan tersebut jadi tempat bermain anak-anak. Juga ramai lalu lalang masyarakat.

Aktivitas membuat mural dimulai pukul 20.00 hingga di 02.00 dini hari. Sekitar 20 pemuda itu semuanya berkumpul tanpa perlu disuruh. Di jam tersebut, sudah ramai berkumpul. Yang mengomandoi pelukisan pun dari warga kampung tersebut, yakni Sanadi.

Sanadi punya peran penting dalam menggambar mural. Sisanya, membantu mem-block warna bersama-sama. Salah satu yang ikut terlibat juga Yusuf. Ia sangat senang anak-anak muda kembali berkumpul dan berkegiatan. “Kami di sini warganya terkenal guyub bersama-sama membangun kampung. Kami ingin membuat kampung ini kembali hidup,” ungkapnya.

Ke depannya, setelah jalan sepenuhnya selesai dalam pengecatan ia akan mencoba untuk menghias bagian atas jalan dalam menyambut hari kemerdekaan. Konsep untuk menghijaukan kampungnya juga tengah coba disiapkan. Memanfaatkan sampah yang bisa didaur ulang. Dan menggunakan beragam barang bekas untuk media tanam.

Dengan aksi pemuda kampung tersebut, Agus berharap akan berdampak bagi generasi penerus di wilayah tersebut. Sehingga budaya guyub yang ada di kampungnya tersebut tetap terus terjalin hingga anak cucunya nanti. “Harapannya ini bisa menjadi contoh untuk generasi penerus kita agar merawat dan membangun kampungnya,” pungkasnya. (myg)

Berita Terkait