Begini Kata Pengamat Soal Pesawat Boeing 737 Max 8

CIREBON-Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di perairan Karawang, Senin (29/10) pagi. Membuat semua masyarakat Indonesia prihatin dan berduka.

Menanggapi jatuhnya Lion Air tersebut, pengamat transportasi udara yang juga dosen Universitas
Muhammadiyah Cirebon (UMC) Anton Octavianto kepada radarcirebon.com mengatakan, penyebab kecelakaan tersebut patut diselidiki. Pasalnya, pesawat tersebut merupakan pesawat boeing tipe terbaru dan dipiloti Bhavye Suneja yang berpengalaman dan sudah mengantongi ribuan jam terbang banyak.

“Penyebab kecelakaan ini apakah ada masalah teknis dengan pesawat atau ada penyebab lain, bisa kita ketahui jika blackbox ditemukan dan langsung diselidiki KNKT. Saya tidak berani untuk menyimpulkan penyebab jatuhnya pesawat Lion Air ini,” katanya, Selasa (30/10).

Dijelaskan Anton, pesawat baru
belum tentu terjamin keamanannya, semua tergantung dari maintenancenya.

“Pesawat yang sudah tua biasanya berisiko paling tinggi mengalami kecelakaan, pesawat yang masih sangat baru juga membawa risiko tinggi kecelakaan,” jelasnya.

Masih kata Anton, pesawat tipe Max 8 merupakan pesawat terbaru dan tercanggih keluaran Boeing.

“Pesawat Boeing 737 MAX 8 ini memiliki kelebihan seperti bahan bakarnya lebih irit dan dapat menempuh perjalanan lebih jauh. Lalu, mesinnya pun lebih handal juga tidak terlalu berisik karena kedap suara. Desain ujung sayap pesawat ini aerodinamis untuk mengurangi efek turbulance,” ungkapnya. (rdh)