oleh

Begini Unek-unek Warganet soal Kondisi Keamanan di Kota Cirebon

-Insiden 24 Jam-16.499 views

DUA kasus pembunuhan dalam sebulan terakhir yang terjadi di kawasan Jagasatru pada Sabtu dini hari lalu (17/8) dan di Jl dr Cipto Mangunkusumo pada Jumat malam (6/9) membuat warga ketar-ketir, terutama di malam hari.

Data Radar Cirebon, korban meninggal pertama adalah Indra, warga Kuningan. Ia tewas setelah diserang kelompok bermotor di sekitar Jagasatru. Korban kedua Muhammad Rozien, santri Ponpes Husnul Khotimah Kuningan. Rozien, remaja asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, itu tewas ditikam dua berandal jalanan, Yadi Supriyadi alias Acil dan Rizki Mulyono alias Nono.

Selain ramai di dunia nyata, penanganan kasus-kasus tersebut juga ramai di dunia maya. Banyak warganet yang kemudian mencurahkan unek-unek, pengamatan, dan pengalamannya terkait kondisi keamanan di Kota Cirebon. Semua dicurahkan melalui Instagram (IG) Radar Cirebon.

Baca:

Innalillahi, Santri Ponpes Husnul Khotimah Tewas Ditikam Preman Bertato

Sehari Setelah Penusukan Maut Santri Husnul Khotimah, Pelaku Tertangkap dan Didor

Inilah Identitas Dua Pelaku Penusukan Santri Husnul Khotimah

Seperti disampaikan akun IG @ryorossoneroofficial yang menyebut tindak kejahatan yang terjadi di Kota Cirebon mungkin sekali terjadi karena minimnya penerangan. Banyak jalan-jalan yang pada malam hari begitu gelap dan berpotensi terjadi kejahatan.

“Gimana ga rawan begal, Cirebon itu gelap. Di jalan2 protokol aja kalau malam gelap, gak ada lampu penerangan jalan yang terang benderang, semuanya gelap. Contoh: Jl Siliwangi, Samadikun, Karanggetas, Pekiringan, Pilang, Cangkol, dan daerah-darah sekitarnya juga gelap. Ini kota atau alas,” tulisnya.

Baca juga:

Tidak Hanya Santri Husnul Khotimah, Malam Kejadian Tersangka Sasar Korban Lainnya

Mengenal Lebih Dekat Yadi Supriyadi, Pelaku Penusukan Santri Husnul Khotimah

Cirebon Masih Aman, Walikota akan Sebar Kamera CCTV

Garansi Cirebon Aman: Pemkot Bentuk Timsus Pantau Situasi Kota

Akun lainnya, @instamooz menyebut modus yang dilakukan dua pelaku pembunuh santri sangat mirip dengan kasus yang pernah ia alami sendiri pada 2002 lalu. Saat itu ia juga dituduh menusuk adik pelaku dan disuruh untuk bertanggung jawab.

“Saya juga sama modusnya. Dituduh nusuk adiknya suruh liat ke rumahnya gak taunya dibawa ke bong Wanacala. Tapi masih dilindungin Allah SWT. Setelah lihat KTP mereka cuma minta dibelikn rokok sebungkus. Padahal di dompet isinya uang buat beli baju lebaran,” beber akun @instamooz.

Senada, akun @ucilltoretto berkomentar bahwa pernah menjadi korban dari pelaku yang bermodus sama dengan pelaku penusukan santri. “Saya pernah jadi korban! Tapi alhamdulillah mereka tidak melukai saya dan teman saya. Kejadian itu bermula waktu saya nunggu mobil buat pulang, pas di Teja Berlian depan pt apa sih itu yang banyak banget mobilnya yang depannya ada pos pinggir jalan? Mereka datang membawa motor berjumlah 2 orang dan modusnya pun sama dengan kejadian yang sekarang, mereka bermodus dengan cara menanya ke saya “kamu yang mukulin teman saya”.

Baca juga:

Muhammad Rozien, Santri Husnul Khotimah Korban Penusukan Sudah Hafal 5 Juz Alquran

Pelaku Membunuh Rozien Dipengaruhi Obat Dextro

Cirebon Darurat Preman dan Bandit Jalanan

Lanjut @ucilltoretto; mereka langsung membawa saya ke tempat sepi dan teman saya, mereka membawa clurit dan belati menodong dan menyuruh saya memberikan hp dan uang, kenapa saya tidak melawan atau minta tolong, kejadiannya pas maghrib sepi banget tidak ada orang yang dekat dengan area saya. Sampai saat ini dari wajah, tempat, saya masih ingat, dan mungkin karena saya panik, saya lupa tidak mengingat nomor plat polisinya. Tolong jangan sampai ada korban lagi, harus ada penjagaan di daerah Teja Berlian. Padahal di situ ada pos, tapi tidak ada orang 1 pun.

Ada juga unek-unek yang disampaikan akun @yuhana_s yang menuliskan jika pernah jadi korban premanisme di kompleks Stadion Bima. “Stadion Bima, siang siang bolong dipalak premann yg alesannya ngamen tapi bawa pisau,” katanya.

Akun lainnya, @jujuunanang juga mengatakan pernah menjadi korban dari aksi kawanan begal yang menyerangnya di Jl Sudarsono. “Saya pernah kena begal di depan gedung gratia dekat RS Gn Jati. Motor saya ditendang pas masih jalan, otomatis saya jatuh. Untung ada satpam gedung yang menolong. Pelaku tidak jadi bawa motor, hanya tas saja yg dibawa kabur,” tulis @jujuunanang.

Komentar lebih miris lagi disampaikan akun IG @ditanurzismi yang menyebut jika aksi pelaku tindak kriminal saat ini sudah sangat sadis dan tidak pandang bulu. “Cirebon semakin ga aman min masa kosan di Cipto yang dulu tempat aku ngekos begalnya sampe manjat pagar, udah gitu sampe dobrak pintu kamar kosan sambil nodongin samurai ke korban. Keamanan di Cirebon harus lebih lebih ditingkatkan lagi nih ngeri sekarang di Cirebon mau keluar malam aja takut,” paparnya.

Jangan lewatkan:

Begini Pesan Ponpes Khusul Khotimah Soal Kasus Pembunuhan Santrinya di Kota Cirebon

Penjara 2 Tahun Tak Bikin Kapok Yadi Supriyadi; Pelaku Penusukan Santri Husnul Khotimah

Pulang Malam Sehabis Isi Bensin Disabet Senjata Tajam

Akun @952_anna juga pernah mengalami kejadian yang hampir sama dengan modus pelaku penusakan santri di jl Cipto Mangunkusumo. “Saya pernah sama kaya gtu sma suami katanya si preman bilang “mas yang pukulin adik saya ya” gitu terus gak diladenin langsung pergi saya sma suami tapi dia tetap ngejer saya dari blakang. Di daerah Perumahan Kalijaga arah pom bensin,” tambahnya.

Akun @kiky_atau_tsukasa pun mengakui pernah mengalami kejadian serupa. Ia beruntung saat kejadian bisa selamat dan tidak mengalami luka sedikitpun. “Saya pernah kaya kejadianya almarhum di atas tapi ga sampe dtusuk karena berhasil kabur. Ditanya bgini eh sira kang gebugi bature kita mau wingi ya? Langsung nodong pake sajam. Kejadian jam 21.30 di Tiga Berlian (terminal bayangan Pegambiran),” ungkapnya. (dri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed