Belasan Ribu Hektare Sawah di Indramayu Alami Kekeringan

Ilustrasi.Foto: Dok. Radar Cirebon

INDRAMAYU – Kekeringan yang melanda areal sawah di Kabupaten Indramayu semakin meluas. Bahkan, tanaman padi yang mengalami gagal panen atau puso mencapai 200 hektare.

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Indramayu, A Yani mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterimanya per 5 Juli 2019, luas tanaman padi yang mengalami kekeringan di Kabupaten Indramayu sudah mencapai sekitar 11 ribu hektare.

Jumlah itu menunjukkan kekeringan sudah semakin meluas dari yang semula 3.978 hektare pada Juni 2019. Dari tanaman seluas 11 ribu hektare yang kekeringan itu, terdiri dari kekeringan ringan sekitar 4.000 hektare, kekeringan sedang 5.000 hektare dan kekeringan berat 1.300 hektare.

“Selain itu, tanaman yang sudah mengalami puso mencapai sekitar 200 hektare,” terang Yani, Rabu (10/7).

Tak hanya itu, tambah Yani, sebanyak 13 ribu hektare tanaman padi juga saat ini kondisinya sudah terancam kekeringan. Jika pasokan air tersendat, kata Yani, dipastikan tanaman yang kini terancam kekeringan juga akan menambah daftar lahan yang mengalami kekeringan.

Meski demikian, lanjut Yani, instansinya hanya mengurusi soal tanaman. Sedangkan untuk masalah penggelontoran air, hal itu menjadi kewenangan Dinas PUPR.

Yani mengakui, upaya penggelontoran air sudah dilakukan untuk menyelamatkan tanaman yang kekeringan. Namun, kendalanya justru di sarana infrastruktur yang mengalami kerusakan, sehingga tidak bisa menyalurkan air hingga ke ujung.

“Kewenangan untuk memperbaiki infrastruktur jaringan di Cipelang ada di tangan BBWS. Kalau jaringan di Cipelang sudah diperbaiki, maka air bisa menjangkau daerah-daerah yang ada di belakang,” tukas Yani.

Ketika disinggung mengenai bantuan mesin pompa, Yani menyatakan, sudah membagikannya untuk para petani di wilayah Cikedung. Namun, petani tetap mengalami kesulitan karena mesin pompa juga membutuhkan solar sebagai bahan bakarnya.

“Untuk pemberian bantuan mesin pompa juga kita lakukan secara selektif. Karena kalau airnya tidak ada, buat apa mesin pompa?” kata Yani.

Selain mesin pompa bantuan, lanjut Yani, petani juga sudah banyak yang mempunyai mesin pompa sendiri. Namun, kendala utamanya adalah kurangnya debit airnya.

Yani mengungkapkan, kondisi kekeringan itu dipastikan akan mengancam target produksi padi di Indramayu. Dia menyebutkan, target produksi padi di Kabupaten Indramayu tahun ini mencapai 1,8 juta ton.

Sementara itu, berbeda dengan data Dinas Pertanian setempat, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Kandanghaur, Waryono, menyebutkan, saat ini sudah sekitar 470 hektare tanaman padi yang mengalami puso di wilayahnya.

Lahan tersebut tersebar di Desa Karangmulya seluas 200 hektare dan di Desa Karanganyar sebanyak 270 hektare. “Tanaman padi yang mengalami puso rata-rata berusia sekitar 70 hari,” katanya.

Selain tanaman yang sudah puso, Waryono pun menyebutkan masih ada sekitar 1.500 hektare lahan lainnya yang sudah terancam puso. Dia berharap, pasokan air segera datang untuk menyelamatkan tanaman tersebut. (oet)

Kekeringan Sawah Meluas 

Versi Dinas Pertanian

  • Juni 2019 3.978 Ha
  • Juli 2019 11 Ribu Ha
  • Kekeringan Ringan 4 Ribu Ha
  • Kekeringan Sedang 5 Ribu Ha
  • Kekeringan Berat 1.300 Ha
  • 200 Ha Padi Puso

Versi KTNA Kandanghaur

  • 470 Ha Padi Puso
  • Desa Karangmulya 200 Ha
  • Desa Karanganyar  270 Ha
  • 1.500 Ha Terancam Puso