[BENAR] Klarifikasi BPPTKG Terkait Video Erupsinya Gunung Merapi dan Kepanikan Warga

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan bahwa video yang memperlihatkan meletusnya Gunung Merapi disertai kepanikan warga tidak benar. Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan setiap kali terjadi aktivitas yang terekam alat seismik di kantor BPPTKG dan teramati CCTV yang terpasang di puncak Merapi, akan disampaikan kepada masyarakat. “Kalau

Beredar video yang memperlihatkan Gunung Merapi telah erupsi dan warga sibuk menyelamatkan diri. Video itu beredar melalui media pesan Whatsapp.

Menanggapi video itu, pihak Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan bahwa video itu tidak benar. Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan setiap kali terjadi aktivitas yang terekam alat seismik di kantor BPPTKG dan teramati CCTV yang terpasang di puncak Merapi, akan disampaikan kepada masyarakat.

“Kalau saat ini ada berita Erupsi di media sosial, itu hoaks ya,” ujarnya.

BPPTKG memastikan hari ini tidak terjadi erupsi di puncak Merapi. Untuk itu warga diminta tetap tenang dan tidak mudah percaya dengan berita-berita bohong yang beredar. Menurut Hanik, setiap terjadi aktivitas di Gunung Merapi, pasti terekam alat seismik BPPTKG. Selain itu CCTV yang dipasang di puncak menangkap kondisi terkini.

“Pengamatan itulah yang disampaikan ke publik. Jadi jangan terpengaruh kabar tidak jelas,” ujar Hanik.

Untuk itu, dia berharap masyarakat tetap tenang dan percaya hanya dengan informasi yang disampaikan oleh BPPTKG atau lembaga lembaga di daerah, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Status Gunung Merapi sendiri sampai saat ini masih pada level II atau waspada. Belum ada kenaikan statusnya.

Hanik menambahkan, untuk aktivitas Selasa ini, sejak pukul 00.00 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB terjadi dua kali lava pijar dengan jarak luncur 400 meter. Sedangkan gempa guguran terekam di alat seismik sebanyak 12 kali.