Bendung Rentang Jatitujuh Mulai Dikeringkan

BENDUNG-RENTANG-JATITUJUH-DIKERINGKAN
Debit air Bendung Rentang Jatitujuh menurun drastis akibat pengaturan sekaligus normalisasi sungai Sindupraja dan Cipelang serta pengecetan di wilayah Bendung Rentang. Foto: Ono Cahyono/Radar Majalengka

MAJALENGKA – Dikeringkannya Bendung Rentang di Desa Panongan, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, membuat masyarakat kaget. Terlebih bagi warga yang tinggal di sekitar aliran Sungai Sindupraja dan Sungai Cipelang yang aliran sungainya berasal dari Bendung Rentang Jatitujuh.

Informasi yang dihimpun, sejak bulan September aliran air di kedua sungai itu berkurang drastis. Tidak seperti biasanya kondisi debit aliran sungai selalu melimpah, bahkan sampai meluber ke pinggir bantaran sungai.

Pihak pengelola Bendung Rentang harus selektif dalam membagi jadwal gilir air. Sehingga semua area pertanian yang menjadi tanggungjawab pengairan baik di Kabupaten Majalengka, Cirebon dan Indramayu bisa terbagi dengan adil.

Petugas penjaga pintu air Bendung Rentang, Tasmin membenarkan sejak awal September lalu, pembagian air di kedua saluran yakni Sungai Sindupraja dan Sungai Cipelang mulai dibatasi. Hal ini mengingat ketersedian air di Bendung Rentang mulai menyusut seiring datangnya musim kemarau yang berkepanjangan.

“Disamping itu pembagian air dibatasi karena sebagian area pertanian baik di wilayah Kabupaten Majalengka, Cirebon dan Indramayu sudah selesai masa panennya. Sehingga petani di area tersebut sudah tidak membutuhkan lagi pengairan untuk sawahnya,” ujarnya, Selasa (8/10).

Menurut Tasmin, masyarakat hanya butuh pengairan untuk keperluan palawija dan sumber air MCK. Sejatinya pengurangan pembagian air menjelang pengeringan sekitar September sampai dengan Oktober di Sungai Sindupraja dan Sungai Cipelang sudah rutin dilakukan setiap tahun.

Namun demikian tahun ini masyarakat banyak yang bertanya mengingat musim kekeringan mulai melanda, sehingga sedikit mengganggu sumber air di lingkungannya.

“Setiap tahun pembagian air ini sudah biasa seiring dengan berakhirnya masa panen MT II. Cuman tahun ini karena musim kemarau yang berkepanjangan sehingga masyarakat banyak yang mengeluh, karena sumur sumur di lingkungan mereka mulai mengering,” imbuhnya.

Disamping mulai mengurangi debit giliran air, kemarin (8/10), pihak Bendung Rentang Jatitujuh akan melakukan pengeringan total di kedua saluran baik di Sungai Sindupraja ataupun di Sungai Cipelang. Hal ini dilakukan untuk membenahi saluran di kedua sungai sekaligus pengurasan lumpur di muka pintu bendungan, hingga pengecatan.

“Langkah ini untuk perbaikan sarana dan prasarana yang ada di Bendung Rentang,” tukasnya.

Terpisah salah satu masyarakat yang tinggal di pinggir bantaran Sungai Sindupraja, Adi menyambut baik pengaturan pembagian debit air sesuai kebutuhan area pertanian, sehingga air yang disalurkan dari Bendung Rentang akan tepat sasaran.

“Fungsi dari saluran sungai Sindupraja dan Cipelang adalah untuk pertanian. Sehingga keberadaannya harus terus dijaga sesuai fungsi pokoknya,” tandasnya. (ono)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait