Bentuk Kitab Kuning Jadi Digital

TEKNOLOGI ISLAMI: Pertemuan antara Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil dan PT Khazanah Prima Sukses dengan merek aplikasi UMMA Indonesia, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (12/8).FOTO: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Pemprov Jawa Barat

BANDUNG – Di era revolusi digital sekarang ini, kemajuan teknologi terbukti sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan kehidupannya. Termasuk dalam memenuhi kebutuhan rohani dan spiritual. Oleh karena itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengapresiasi kehadiran UMMA sebagai platform digital yang selaras dengan tuntutan serba mudah dan canggih saat ini.

“Juara Lahir Batin, dengan inovasi dan kolaborasi, keywords-nya sudah dapat. Kami banyak program yang berhubungan dengan keumatan. Sebagai konten, UMMA punya platform-nya,” ucap Ridwan Kamil saat menerima PT Khazanah Prima Sukses sebagai pemilik aplikasi UMMA Indonesia, di Gedung Pakuan Bandung kemarin (12/8).

Menurut RK -sapaan akrab Ridwan Kamil- pihaknya akan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan konten positif yang disajikan UMMA demi mendorong visi misi pembangunan Jabar Juara Lahir Batin sebagai upaya pembangunan moral manusia.

Maka, ke depan, kerjasama antara Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar dengan UMMA, berupa rancangan program kerja keumatan, salah satunya yakni menghadirkan informasi atau berbagai berita di Jabar lewat kanal digital. Di antaranya informasi soal program Satu Desa Satu Hafidz, Kredit Mesra, hingga OPOP (One Pesantren One Product).

“Mungkin bisa jadi katalog produk pesantren, menyediakan informasi masjid-masjid yang menyediakan Kredit Mesra, atau berita mingguan Subuh Berjamaah (Keliling), dan Magrib mengaji,” tuturnya.

Untuk rencana kerja lainnya, RK berencana menginisiasi digitalisasi kitab-kitab kuning atau kitab-kitab yang ditulis para ulama di Tanah Air. “UMMA juga bisa jadi ensiklopedia tentang Islam. Tentu butuh waktu, kita mulai di semester ini,” ujarnya.

Dia berharap, UMMA bisa menjadi layanan yang mendukung gaya hidup umat Muslim, baik di Indonesia maupun bagi masyarakat dunia. “Kita ingin buat viral (yang) positif, memperbanyak bekal, agar ulama Jabar paham platform digital,” harapnya.

Sementara, CEO UMMA Indonesia Indra Wiralaksamana, dalam kesempatan ini  menawarkan berbagai konten Islami yang dipersonalisasi dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI).  Pihaknya terbuka dalam menyinergikan platform yang dikelolanya dengan program-program keumatan yang tengah dikembangkan di Jawa Barat.

Selain itu, UMMA melihat kesempatan untuk menyajikan konten di saat aplikasi lain fokus berfungsi menyediakan jadwal salat, arah kiblat, Alquran digital, dan sebagainya. “Komunitas muslim bisa memanfaatkan UMMA untuk berdakwah. UMMA bisa jadi Facebook-nya umat Islam,” kata Indra.

Saat ini, UMMA digunakan oleh 3 juta pengguna,  usianya antara 18-34 tahun. Selanjutnya, dengan inovasi dan kolaborasi bersama Pemdaprov Jabar, Indra siap menghadirkan konten keumatan yang kreatif demi memberi siraman rohani untuk Milenial (Generasi Y) dan Generasi Z.  “Belajar agama tak perlu selalu kaku, UMMA aplikasi lifestyle untuk umat Islam,” ujarnya.

Indra pun berharap UMMA bisa menjadi leading platform pengetahuan dan informasi agama Islam. Adapun sumber data UMMA adalah organisasi Islam, portal berita, komunitas muslim online maupun offline, hingga berbagai institusi juga pusat pendidikan Islam. (jun)