Berdayakan Ekonomi Umat Lewat KhatamFest

BANDUNG – Tidak seperti biasanya Masjid Al-Murabbi yang berada di Jalan Terusan Prof DR Sutami, Kota Bandung ramai oleh para mojang dan jajaka pada Kamis sore (16/5).

Pasalnya, mereka ingin mendengarkan tausiyah mubaligh sekaligus hafidz muda, Taqy Malik.

Kehadiran Taqy Malik merupakan bagian dari rangkaian acara Khatamfest yang diselenggarakan oleh Agan, Indonesian Islamic Youth Economic Forum (Isyef) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Bandung.

Menurut Direktur External Relations Agan, Hano Wirawan, bahwa Khatamfest merupakan gerakan memakmurkan masjid melalui kegiatan keagamaan dan pengembangan ekonomi umat.

“Kami mengajak kaum muda dan jama’ah masjid untuk mengkaji al-qur’an selama ramadan. Disamping itu, memberdayakan masjid melalui kegiatan ekonomi,” tuturnya.

Pemberdayaan ekonomi yang dimaksud adalah menjadikan masjid tidak hanya sebagai pusat kegiatan ibadah. Tapi juga menjadi lokasi kegiatan ekonomi yang tujuan akhirnya untuk pemberdayaan umat.

“Makanya, setiap masjid yang kami kunjungi menghadirkan Masjid Corner, yakni berupa kedai kopi yang bisa meningkatkan trafik ke masjid dan memakmurkan masjid melalui transaksinya,” jelasnya.

Masjid Corner juga melayani pembelian token listrik, top up pulsa, tiket pesawat melalui aplikasi yang dibuat oleh Agan dengan nama ISYEF Online untuk transaksi di Masjid Corner dan Qurma untuk transaksi langsung dari handphone pengguna.

Aplikasi ini juga bisa diunduh melalui play store oleh pengguna android. Sementara, untuk pengguna App Store (I-phone) masih dalam pengembangan.

“Untuk Qurma, aplikasi ini ditujukan untuk pengguna bisa membaca tasbih, doa, asmaul husna, Al-Quran dan membaca tausiyah dan pemikiran yang disampaikan oleh dai terkenal, selebriti, tokoh nasional dan figur – figur lainnya.

Bahkan,  profit dari transaksi ini akan dibagikan untuk masjid-masjid yang memang masih membutuhkan uluran tangan umat” imbuhnya.

Saat disinggung mengenai target yang hendak dicapai oleh Agan, Hano mengungkapkan bahwa melalui khatamfest ini targetnya adalah membangkitkan kesadaran akan pentingnya pemberdayaan ekonomi masjid berbasis teknologi aplikasi dan masjid corner sebagai tempat berkumpul dan silahturahmi ummat.

“Khatamfest tidak berhenti disini, setelah ramadan kita akan lanjut dengan berkolaborasi dengan institusi – institusi lain yang mempunyai kepedulian dan kesadaran yang sama untuk membangun ekonomi umat,” ungkapnya.

Bahkan, pihaknya punya mimpi untuk mengembalikan masjid sebagai pusat peradaban yang didalamnya tidak hanya kegiatan ibadah, tapi kegiatan ekonomi, pendidikan bahkan kesehatan.

“Nanti kita juga bisa mengajak guru dan tenaga pendidik untuk melakukan aktifitasnya dimasjid. Bahkan, dokter pun bisa kita ajak untuk memberikan layanan di seputar lingkungan masjid,” tegasnya.

Sementara, Ketua DKM Al-Murabi, Mundar Wiarso sangat mendukung acara ini. Pasalnya, ketika dirinya diamanati oleh para pendiri masjid ini untuk mengelola masjid, tugas yang perlu diemban adalah mengembangkan pendidikan dan ekonomi. “Makanya, ketika teman-teman Agan menawarkan konsep ini, pihaknya langsung setuju,” katanya.

Dirinya berharap, dengan segala jenis usaha yang hadir dalam program ini bisa membawa manfaat bagi umat. “Semoga ini menjadi start kebangkitan umat,” pungkasnya. (rls)