Biaya Pengobatan Tasini, TKI Asal Majalengka Korban Kekerasan Majikan Saudi Ditanggung Pemkab

bupati-jenguk-tasini
BERI DUKUNGAN: Bupati Karna menjenguk Tasini yang dirawat di RSUD Majalengka. Pengobatan Tasini sepenuhnya ditanggung Pemkab Majalengka. FOTO: ANDI AZIS MUHTAROM/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka bakal menanggung biaya proses pengobatan Tasini (41), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Majalengka yang pulang dengan kondisi penuh luka. Tasini disebut sebagai korban kekerasan majikan saat bekerja di Arab Saudi.

Bupati Majalengka Karna Sobahi yang menjenguk Tasini di RSUD Majalengka, Rabu (10/7) mengatakan, pengobatan Tasini telah dijamin oleh Pemkab. Bahkan, ketika kondisi Tasini membaik, Bupati menyarankan agar Tasini tidak berangkat lagi ke luar negeri.

“Untuk pengobatanya jangan khawatir, pemerintah akan tanggung jawab sampai kondisinya membaik. Kalau sudah sembuh, nanti jangan berangkat lagi. Kita tawarkan alternatif profesi disuruh dagang, modalnya nanti kita bantu,” ujar Bupati.

Bupati juga telah memerintahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja untuk memberikan teguran keras kepada pihak sponsor dan perusahaan penyalur tenaga kerja yang memberangkatkan Tasini. Serta meminta pertanggungjawaban atas kondisi yang diderita oleh Tasini. Perusahaan penyalur tenaga kerja lainya juga akan didata aktivitasnya. Yang bermasalah, akan ditertibkan.

Mengenai persoalan tenaga kerja ke luar negeri, Bupati Karna mengatakan, hal ini cukup kompleks. Di satu sisi ada juga yang berhasil dan sukses setelah mencoba bekerja ke luar negeri. Tapi tidak sedikit pula yang didera masalah bahkan harus meregang nyawa saat mencari penghidupan yang layak di negeri orang.

Bagi yang masih berminat bekerja ke luar negeri, Bupati berpesan agar menempuh jalur formal dengan syarat-syarat yang lengkap. Kepala desa juga harus bisa memastikan jika ada warganya yang hendak bekerja ke luar negeri, harus berangkat dari agensi yang resmi dengan dokumen-dokumen yang lengkap.

Sebab, tidak jarang pula agensi atau perusahaan penyalur tenaga kerja sendiri bermasalah. Ketika terjadi masalah dengan TKI-nya, mereka lepas tangan, bahkan kabur. Bahkan, tidak jarang informasi yang awalnya ingin disalurkan bekerja ke luar negeri, ternyata menjadi korban perdagangan manusia, bahkan dipekerjakan sebagai PSK di negera tujuanya. (azs)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait