BIJB Hanya Ambil 10 Rute Luar Jawa dari Bandung, Dimulai 15 Juni

Penerbangan Dalam Pulau Jawa Masih di Bandara Husein Sastranegara

Bandara Kertajati Majalengka (BIJB)
Bandara Kertajati Majalengka (BIJB).FOTO: RADARCIREBON.COM

CIREBON-Setelah gagal menjadi terminal keberangkatan jamaah haji, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati kini mulai bersiap menerima pemindahan penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung. Jika tak ada halangan, maka pada Sabtu nanti (15/6) Bandara Kertajati akan mulai melayani 10 rute penerbangan.

Corporate Secretary PT BIJB Arief Budiman melalui Humas PT BIJB Andrian Salam mengatakan, 10 rute penerbangan tersebut mencakup Balikpapan, Medan, Denpasar, Palembang, Banjarmasin, Padang, Pontianak, Batam, Pekanbaru, dan Makassar. Sejumlah maskapai juga telah siap mengisi slot jadwal penerbangan. “Tidak semua rute memang. Kita hanya rute yang luar Pulau Jawa saja. Yang di Pulau Jawa tetap di Husein Sastranegara,” ujar kepada Radar Cirebon.

Dijelaskan Andrian, sejatinya izin pemindahan rute dari Bandara Husein Sastranegara ke Bandara Kertajati telah keluar sejak 3 Juni 2019 lalu. Sejak saat itu, Kementerian Perhubungan memerintahkan agar 10 rute penerbangan dipindahkan ke Bandara Kertajati. “Sebenarnya izin rute itu sudah mulai dibuka dari tanggal 3 Juni untuk 10 rute itu. Tinggal approval dari kementerian saja,” tutur Andrian.

Menyambut pemindahan rute penerbangan tersebt, BIJB Kertajati sejauh ini telah menyelesaikan beberapa prasyarat sebelum dimulainya penerbangan pada 15 Juni 2019. Di antaranya mengenai office airline, moda transportasi penghubung, serta area komersil di dalam bandara. Ketiga hal itu, diakui Andrian sudah dipenuhi dan siap digunakan. “Kalau dari fasilitas bandara sudah tidak ada masalah, karena kita sudah melayani penerbangan domestik,” katanya.

Office airline, dikatakan Andrian, telah disiapkan sesuai dengan waktu yang ditentukan. Sedangkan moda transportasi penghubung, pihaknya telah menyediakan 12 mitra yang akan menyediakan transportasi dari dan menuju Bandara Kertajati. 12 mitra tersebut terdiri dari Damri, travel dan taksi online.

Moda transportasi tersebut siap melayani 9 daerah di wilayah Ciayumajakuning serta daerah sekitarnya dan Bandung. “Untuk area komersil, kami akan menambah beberapa tenan dan fasilitas lainnya sebagai langkah awal,” ujar Andrian.

Jika tidak ada halangan, Rabu (12/6) pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) rencananya akan melihat langsung kesiapan Bandara Kertajati. Jika hasil pengecekan tersebut menghasilkan hal positif, maka dipastikan tidak ada halangan untuk memulai penerbangan dari Bandara Kertajati. “Mungkin nanti akan ada keputusan penting untuk tanggal 15 Juni tersebut,” tegas Andrian.

Diharapkan, dengan dimulainya pemindahan rute penerbangan tersebut dapat memacu kinerja Bandara Kertajati yang selama ini sepi dari aktivitas penerbangan. Terlebih, pembangunan bandara yang berusia satu  tahun tersebut menelan APBD Jawa Barat dengan nilai yang tidak sedikit. “Mudah-mudahan ini akan menjadi awal kebangkitan Bandara Kertajati,” harapnya.

Sebelumnya, pada awal Mei 2019, Direktur PT BIJB Muhamad Singgih mengatakan salah satu yang menjadi daya dukung utama pengalihan penerbangan domestik dari Bandung ke Kertajati adalah konektivitas. Dari segi konektivitas, ia memastikan sudah tersedia. Sambil menunggu tuntasnya Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) sebagai akses utama ke Bandara Kertajati, Tol Cipali tetap bisa diandalkan.

Menurutnya, Tol Cipali ini juga yang sejauh ini digunakan moda transportasi menuju Bandara Kertajati. “Bandung ke Kertajati via Tol Cipali itu cuma dua setengah jam menggunakan kendaraan pribadi atau umum,” ujar Singgih.

Menurutnya, sudah ada 12 mitra (angkutan) dan 9 rute di Jabar yang sudah terlayani dari dan menuju Kertajati. Selain travel, ada Perum Damri, moda transportasi yang sudah menyediakan dan menambah armadanya kapan saja jika dibutuhkan.

Mitra transportasi untuk menjangkau Bandara Kertajati yakni Bandung, Indramayu, Tasikmalaya, Sumedang, Majalengka, Kuningan, Purwakarta, Cirebon dan Kabupaten Bekasi. Seluruhnya mulai melayani penumpang kembali pada 15 Mei 2019. “Artinya masyarakat tidak perlu khawatir lagi bagaimana menjangkau Bandara Kertajati. Ini juga akan terus berkembang ke daerah lain seiring permintaan masyarakat,” paparnya.

Selain itu, berbagai hal lainnya yang berkaitan dengan operasional kebandarudaraan di Bandara Kertajati sudah dinyatakan siap. Moda transportasi sebagai penunjang optimalisasi penerbangan dari bandara terbesar kedua setelah Soekarno-Hatta itu juga beroperasi lagi jika penerbangan kembali dibuka dari Kertajati.

Pihaknya juga mengapresiasi upaya pemerintah, terutama komitmen menteri perhubungan yang terus berupaya mendorong agar aktivitas penerbangan di Bandara Kertajati ini menjadi ramai. “Kita ingin mengapresiasi dan terima kasih kepada Pak Menhub (Budi Karya Sumadi) yang sudah memiliki komitmen sejak awal untuk meramaikan Bandara Kertajati ini,” kata Singgih.

Ia menjelaskan, kepastian pengalihan penerbangan domestik rute luar Jawa sudah diputuskan dalam rapat bersama Kementerian Perhubungan di Jakarta Selasa 7 Mei 2019. Disepakati pembagian peran sementara antara Husein Sastranegara dan Kertajati. Rapat dihadiri oleh pemangku kepentingan otoritas bandara dan operator Bandara Kertajati, PT Angkasa Pura II.

Hasilnya, Husein Sastranegara tetap beroperasi dengan melayani rute di dalam Pulau Jawa dan Bandarlampung. Adapun rute internasional, Husein tetap melayani ke Malaysia dan Singapura. Sedangkan rute jarak jauh atau keluar pulau Jawa seluruhnya akan dialihkan ke Kertajati. “Pelaksanaannya (peralihan, red) bisa sebelum lebaran atau setelah lebaran. Tapi maksimal itu 15 Juni 2019,” terangnya.

Pertimbangan pengalihan rute jarak jauh juga berkaitan dengan lalu lintas udara di Kertajati yang masih terbilang lengang. Berbanding terbalik dengan Husein Sastranegara yang sudah begitu padat melayani penerbangan setiap harinya. Keputusan akhirnya diambil agar Bandara Kertajati bisa optimal dari segi pelayanan penerbangan.

Singgih menambahkan, fasilitas Bandara Kertajati sudah sangat siap melayani penerbangan domestik maupun internasional. Panjang landasan sudah 3.000 meter x 60 meter, serta parking stand dapat menampung 22 pesawat, memantapkan bahwa bandara ini siap melayani penerbangan kapan saja. (day/azs)