BIJB Sepi Penumpang, Sering Terjadi Pembatalan Penerbangan

Bandara Kertajati Majalengka (BIJB)
Bandara Kertajati Majalengka (BIJB).FOTO: RADARCIREBON.COM

MAJALENGKA-Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati belum jadi pilihan saat ini. Sejak diresmikan Presiden Jokowi pada 24 Mei 2018 lalu, ada 11 rute penerbangan yang telah terdaftar. Tapi, hanya 2 rute yang konsisten. Yakni Surabaya dan Medan. Sementara 9 lainnya ngos-ngosan. Sering terjadi pembatalan saat hari H penerbangan karena tak ada penumpang.

Pihak pengelola mengakui rute yang dilayani Kertajati hanya Surabaya dan Medan. Dua rute ini nyaris tanpa pembatalan. Rute lainnya beberapa kali harus terjadi pembatalan penerbangan karena berbagai faktor. Salah satunya tingkat keterisian (load factor) penumpang di penerbangan tersebut.

Direktur Utama (Dirut) PT BIJB M Singgih mengatakan, pembatalan rute sepenuhnya kewenangan maskapai. Pihaknya tidak tahu alasan pembatalan. Hanya saja, pembatalan penerbangan diperikirakan karena load factor atau tingkat keterisian penumpang pada penerbangan itu sendiri.

“Yang cancel itu bukan berarti rutenya tidak ada. Itu ada jadwalnya, tapi karena jumlah penumpangnya masih sedikit, jadi airlines mengambil keputusan buat cancel itu. Karena kalau penumpangnya di bawah 75 persen, biasanya airlines yang memutuskan terbang atau tidak. Karena untuk satu kali terbang kan biayanya tinggi,” ujarnya.

Singgih menjelaskan, penumpang yang sudah telanjur memesan tiket namun terjadi pembatalan penerbangan, biasanya akan diurus pihak maskapai penerbangannya masing-masing. Menurutnya, faktor keterisian kursi penumpang pada setiap rute penerbangan yang telah tersedia di Bandara Kertajati menjadi tanggung jawab pihaknya untuk terus meningkatkannya.

Ia menambahkan, dari faktor tarif, sebenarnya tidak ada masalah. Singgih mengatakan tarif terbang dari dan ke Bandara Kertajati sudah cukup bersaing. Ditambah lagi di Bandara Kertajati belum ada beban biaya bagasi kepada penumpang. Sehingga, pihakya terus memacu sejumlah upaya agar dapat meningkatkan keterisian kursi di Bandara Kertajati. Salah satunya dengan menggandeng Pemprov Jawa Barat untuk memberikan imbauan kepada ASN agar menggunakan Bandara kertajati jika ingin bepergian dengan pesawat.

Selain itu, pihaknya telah bekerja sama dengan hotel-hotel di wilayah Ciayumajakuning dengan menyediakan pamflet-pamflet berisikan informasi rute dan jadwal penerbangan. Juga menggiatkan talk show, event-event kedaerahan unggulan yang dilakukan di-catchment area bandara, menggandeng travel umrah, serta promosi lainnya. “Intinya mungkin perjalanan udara di wilayah kita ini belum menjadi pilihan utama. Sehingga kami terus- menerus melakukan upaya dan sosialisasi yang tidak henti-hentinya,” katanya.

Bandara Kertajati sendiri sebenarnya terus berbenah. Salah satu yang dituntaskan adalah panjang landasan pacu atau runway. Jika sebelumnya 2.500 meter, pada akhir Januari 2019 sudah menjadi 3.000 meter. Landasan pacu di bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta ini akan dapat diterbangi oleh pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777 dan Airbus A380.

Halaman: 1 2