Bonsai, Seni Rupa yang Hidup

Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati menghadiri kontes dan pameran bonsai di halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja, Minggu (22/9).FOTO:KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON

CIREBON-Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Cirebon menghelat kontes dan pameran bonsai di halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cirebon.

Ketua Pelaksana Kontes dan Pameran Bonsai 2019, Ryans mengungkapkan, terdapat 220 peserta yang berpartisipasi. Mereka datang tidak hanya dari regional Cirebon, tetapi juga dari wilayah lain seperti Karawang, Brebes, Subang, Sumedang hingga Bandung. Selama masa pameran, panitia juga mengadakan demo membuat bonsai dari para ahli bonsai di Indonesia.

“Ini agenda tahunan. yang tujuanya untuk menjalin silaturahmi antar teman teman pecinta bonsai dan dalam rangka mengapresiasi bonsai yang punya nilai seni yang tinggi,” katanya kepada Radar Cirebon, Minggu (22/9).

Menurut Ryans, bonsai tidak hanya sekedar tanaman hias biasa. Bagi kalangan penggemarnya, bonsai adalah seni rupa yang hidup. Rupanya yang menawan tidak hanya memanjakan mata, namun juga menambah kocek empunya. Lantaran harganya yang tidak murah. Mulai dari ratusan ribu, puluhan juta hingga ratusan juta rupiah untuk satu pohon.

Memang tak ada standar harga dari pohon yang memiliki nilai seni tinggi ini. Tapi untuk mengetahui setidaknya selain dari tampilannya yang unik juga bisa dari usia pohon bonsai. Semakin tua usia pohon, semakin mahal harga yang dibanderol. Selain itu, nilainya akan bertambah tatkala sang Bonsai kerap memenangkan kontes kontes yang rutin digelar.

“Biasanya yang menang kontes itu yang harganya akan mahal. Kalau di sini yang dipamerkan paling tinggi harganya berkisar puluhan juta sampai Rp100 juta. Kemaren yang di Tangerang, ada yang laku sampai Rp1 miliar,” tuturnya.

Hampir semua pohon berbatang keras yang bisa dibonsai. Tanaman seperti ficus, santigi dan juga jenis pohon cemara merupakan beberapa jenis yang menjadi primadona. Perawatanya yang mudah serta harganya yang cenderung stabil membuatnya kerap diburu.

Selain itu, tambah Ryans, tanaman lokal seperti asem, sisir serut juga menjadi langganan juara saat dilaksanakan kontes. Di Cirebon sendiri perkembangan penghobi bonsai cukup baik. Setiap kali PPBI Cirebon menggelar kontes dan pameran, pesaerta dan pengunjungnya cukup banyak. (awr)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait