Budaya Baca di Kalangan PNS Masih Rendah

BUNDA-LITERASI
SELANGKAH DI DEPAN: Walikota Cirebon Nashrudin Azis saat pelantikan bunda literasi tingkat kecamatan dan kelurahan, Rabu (20/2). FOTO: ABDULLAH/RADAR CIREBON

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon memiliki tidak kurang dari 6 ribu pegawai negeri sipil. Namun dari jumlah ini, beberapa indikator menunjukkan lemahnya minat baca dan menulis.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Drs H Moch Korneli MSi berharap literasi di tingkatan PNS juga bisa ditingkatkan. “Di Perpustakaan 400 saja, sedikit sekali yang datang dari PNS,” ujar Korneli, di sela pelantikan Bunda Literasi Tingkat Kecamatan dan Kelurahan, Rabu (20/2).

Dia menyayangkan kondisi ini. Padahal di perpustakaan sudah menyiapkan tidak kurang 50 ribu judul buku berbagai jenis. Mulai biografi hingga buku-buku keilmuan. Namun di luar PNS, kunjungan masyarakat ke perpustakaan cenderung meningkat.

Korneli berharap, pelantikan bunda literasi tingkat RW makin menggelorakan peningkatan budaya membaca di tengah masyarakat.

Bunda Literasi Kota Cirebon, Eti Herawati juga berharap hal senada. Dia bersyukur bisa mengukuhkan bunda literasi tingkat kecamatan dan kelurahan. Sehingga target kehadiran pojok baca di 248 RW dapat terpenuhi. “Setiap RW ditargetkan ada pojok literasi,” ucap Eti.

Dirinya mengapresiasi kegiatan di Perpustakaan 400 yang sangat variatif. Ada duta baca, duta cerita, juga banyak kegiatan lain yang membuat masyarakat datang ke perpustakaan.

Bahkan ada kegiatan merajut dan keterampilan lain. “Jadi ke perpustakaan itu tidak cuma membaca saja. Banyak yang bisa dikerjakan,” kata Eti. Dirinya menegaskan, Kota Cirebon selangkah lebih maju dari daerah lain dalam peningkatan literasi masyarakat.

Walikota Cirebon, Nashrudin Azis mengucapkan selamat atas dikukuhkannya bunda literasi tingkat kecamaham dan kelurahan. Pengukuhan ini berharap minat baca dan minat menulis Kota Cirebon semakin meningkat. “Tulisan itu cerminan intelektual penulisnya,” tuturnya

Walikota juga mengajak Bunda Literasi untuk bisa menjadi motivator kepada orang tua lainnya. Terutama mengajak anak anak mengisi waktu luang dengan membaca. Sementara dinas perpustakaan diharapan bisa menyiapkan sarana prasarana. (abd)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait